MAN 3 Banyumas Gelar Muharram Creativity Festival 2026: Meriahkan Pasca-ASAT dengan Kompetisi Seni dan Santunan Sosial
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas – Memanfaatkan momentum pasca Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) sekaligus menyambut bulan suci Muharram, MAN 3 Banyumas sukses menggelar agenda akbar bertajuk Muharram Creativity Festival. Kegiatan yang digagas sebagai wadah penyegaran pikiran, pengasahan kreativitas, dan ladang ibadah bagi seluruh warga madrasah ini berlangsung selama tiga hari efektif, yakni pada Senin (15/6) hingga Rabu (17/6). Kepala MAN 3 Banyumas, Solikhin, menegaskan bahwa madrasah sengaja memilih cara yang produktif dan bermanfaat untuk melepas penat siswa setelah belajar keras, yaitu dengan menyatukan semangat rekreasi, kreativitas, dan kepedulian sosial. Dirinya juga menyampaikan harapan besar agar seluruh pihak, baik guru, staf, maupun siswa, dapat berkontribusi aktif, saling memberikan dukungan, serta bersinergi demi keberhasilan program-program madrasah ke depan. Rabu (17/06)
Rangkaian festival dibuka pada hari pertama dengan jalan sehat bersama demi memupuk kebersamaan, yang kemudian dilanjutkan dengan tensi kompetisi yang sengit melalui Lomba Jarah Bola, turnamen badminton antar-kelas, serta Lomba Kaligrafi yang estetis. Kemeriahan semakin berwarna pada hari kedua lewat panggung Lomba Tari Kreasi Tradisional yang memadukan unsur daerah dan modern, disusul kehebohan Lomba Kepiting yang unik dan mengundang gelak tawa penonton. Semua keseruan tersebut berhasil mencairkan suasana kompetitif menjadi ajang hiburan yang sehat bagi seluruh siswa, guru, dan staf madrasah yang terlibat.
Puncak festival yang jatuh pada hari ketiga menjadi momen paling emosional dan bermakna dengan agenda santunan sosial di samping final Lomba Solo Song dan pembagian hadiah. Sebagai wujud nyata esensi bulan Muharram yang penuh berkah, MAN 3 Banyumas menyelenggarakan aksi kepedulian berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dan fakir miskin, baik yang berasal dari internal murid madrasah maupun dari lingkungan sekitar seperti wilayah Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen. Aksi kepedulian berupa pemberian santunan secara insternal kepada 24 murid yatim, piatu, maupun yatim piatu. Penerima manfaat ini mencakup siswa dari internal murid madrasah serta anak-anak dari lingkungan sekitar, seperti wilayah Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen. Masing-masing penerima mendapatkan santunan berupa sejumlah uang tunai dan satu paket sembako. Rasa haru dan bahagia terpancar dari para penerima santunan. Salah satunya diungkapkan oleh Safina Indah Wijayanti, murid kelas XI D. Ia mengaku merasa sangat bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan santunan yang telah diberikan oleh pihak madrasah.
Melalui kegiatan berbagi kebahagiaan ini, festival resmi ditutup dengan harapan agar seluruh siswa tidak hanya pulang membawa mental juara dan kreativitas yang terasah setelah melewati masa ASAT, melainkan juga memiliki hati yang jauh lebih peduli terhadap sesama. (Humas).
