HUT RI #81

Penyuluh Agama Sampaikan Keutamaan Maulid nabi menurut Khulafaur Rasyidin

Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
SHARE

Purwokerto — Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu bentuk penghormatan dan rasa syukur umat Islam atas kelahiran Rasulullah SAW yang membawa risalah agama kepada umat manusia. Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum jamaah Majelis Taklim  Nurunnis Kranji untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. (23/08)

Penyuluh Agama Islam, Yayuk Septimawati menyebutkan bahwa mengagungkan Maulid Nabi bukan hanya dimaknai sebagai penghormatan secara lahiriah, tetapi juga sebagai komitmen batin untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, mengamalkan ajarannya, serta menjaga rasa hormat kepada beliau.

Keutamaan mengagungkan Maulid Nabi juga dikaitkan dengan pandangan empat Khulafaur Rasyidin. Masing-masing memberikan gambaran mengenai keutamaan memuliakan kelahiran Rasulullah SAW.

Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq RA disebut menyampaikan bahwa orang yang menginfakkan satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan keutamaan menjadi teman beliau di surga.

Sementara itu, Sayyidina Umar bin Khattab RA menyampaikan bahwa siapa saja yang mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW berarti telah menghidupkan Islam. Pernyataan tersebut dalam materi dikaitkan dengan kedudukan Islam sebagai agama yang diridai Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS Ali 'Imran ayat 19.

Adapun Sayyidina Utsman bin Affan RA disebut menyampaikan bahwa orang yang menginfakkan satu dirham untuk pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW seakan-akan hadir pada Perang Badar dan Perang Hunain. Materi tersebut kemudian menjelaskan secara singkat mengenai kedua peperangan tersebut dalam sejarah Islam.

Sedangkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menyampaikan keutamaan bahwa orang yang mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak akan meninggal dunia kecuali dalam keadaan beriman. Keutamaan ini dikaitkan dengan harapan memperoleh husnul khatimah atau meninggal dalam keadaan membawa iman.

"Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada Nabi, menghidupkan nilai-nilai Islam, serta mendorong umat untuk mengamalkan ajaran dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari", pungkas Yayuk. (Ys)