Penyuluh KUA Sokaraja Gelar Ngaji Rutin di Lapas IIA A Purwokerto
Oleh KUA Sokaraja
Purwokerto — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja melaksanakan kegiatan pengajian rutin bagi warga binaan pemasyarakatan di Lapas IIA Purwokerto. Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh ratusan jamaah warga binaan Lapas IIA Purwokerto dengan penuh antusias dan khidmat. Selasa (15/09)
Kegiatan yang disampaikan oleh Akhmad Arifudin, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, tersebut mengangkat materi muroja’ah Asmaul Husna serta Surah At-Takatsur sampai An-Naas. Setelah materi muroja’ah, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) secara binnadzri dan bil ghoib.
Muroja’ah dilakukan sebagai upaya memperkuat hafalan sekaligus meningkatkan kedekatan jamaah dengan Al-Qur’an dan Asmaul Husna. Para jamaah diajak tidak hanya membaca dan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Akhmad Arifudin mengingatkan bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka bagi setiap manusia. Masa menjalani pembinaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai proses menjalani hukuman, tetapi juga menjadi momentum muhasabah, memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)
Ayat tersebut menjadi motivasi bahwa sebesar apa pun kesalahan seseorang, pintu taubat dan rahmat Allah SWT tetap terbuka selama seseorang mau kembali kepada-Nya.
Materi QS. At-Takatsur hingga An-Naas juga menjadi pengingat penting bagi jamaah untuk melakukan evaluasi terhadap kehidupan. Surah At-Takatsur mengingatkan manusia agar tidak terlena dengan kehidupan dunia, sedangkan surah-surah pendek pada bagian akhir Al-Qur’an mengajarkan tentang keimanan, perlindungan kepada Allah, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai godaan dan ujian.
Allah SWT berfirman: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)
Pesan tersebut diharapkan mampu memberikan semangat kepada warga binaan agar tetap optimis menjalani proses pembinaan dan menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Selain itu, kegiatan BTA binnadzri dan bil ghoib menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Binnadzri dilakukan dengan membaca Al-Qur’an secara langsung dengan melihat mushaf, sedangkan bil ghoib dilakukan dengan membaca berdasarkan hafalan. Keduanya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, kelancaran, serta kecintaan jamaah terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan ngaji rutin ini merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang diharapkan dapat memberikan bekal spiritual bagi warga binaan. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik, memiliki kepribadian yang religius, serta siap kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.
Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjadi motivasi agar kegiatan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an terus dilakukan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Sebab, setiap langkah dalam mempelajari Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan rutin tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja berharap pembinaan keagamaan di Lapas IIA Purwokerto dapat terus memberikan manfaat. Al-Qur’an diharapkan menjadi sumber ketenangan, petunjuk, dan kekuatan bagi warga binaan dalam menjalani proses kehidupan serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
