30 Peserta Ikuti Pelatihan IKMBK .
Oleh yudza1
Purwokerto (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin didampingi Plh Kasi Pendma M Wahyu Fauzi Aziz dan Widya Iswara membuka kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas (IKMBK) Tahun 2024 yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamàn Semarang bertempat di De Garden Resto Purwokerto. Senin (24/06)
Pelatihan ini diikuti oleh Sebanyak 30 peserta terdiri dari dosen , guru , pengawas, Materi pelatihan meliputi strategi pengajaran yang berbasis kompetensi, pengembangan bahan ajar yang relevan, serta evaluasi hasil belajar yang berorientasi pada pencapaian kompetensi siswa.
Dalam sambutannya, Ibnu Asaddudin menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas (IKMBK). Beliau juga menekankan bahwa dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip kurikulum yang baru untuk peningkatan mutu pendidikan di satuan kerja masing masing, serta mensosialisasikan kepada teman teman yang lain.
“ Disatu sesion tambahkan modeling, ada pengendalian alumni Diklat, tugaskan satu orang yang sudah selesai mengikuti pelatihan dan bisa ngomong, jadi pada saat selesai Diklat dia harus bisa ngomong dan menyampaikan kepada yang lainnya, sebarkan hal ini kepada tiga puluh orang disekitarnya. Dengan cara seperti ini ilmu yang didapat tidak mandeg disatu orang mengikuti diklat saja, akan tersebar ke yang lainnya.” Ujarnya lebih lanjut.
Pelatihan IKMBK ini direncanakan berlangsung selama enam hari ke depan, dari tanggal 24-29 Juni 2024 dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman.
Sementara itu Plh Kasi Pendma Wahyu Fauzi Aziz mengharapakan para peserta mengikuti acara pelatihan IKMBK yang diadakan oleh BDK Semarangdengan baik dan serius.
“ Kita implementasikan bersama muatan kurikulum merdeka, muatan moderasi beragama dimana konsep kedepannya menuju Indonesia emas di tahun 2045. Perlu adanya sinergitas dari semua pihak, khususnya panjenengan semua. Untuk mencetak anak didik secara intelektual dan spiritual siap kedepan memimpin estafet kepemimpinan nasional.” Pungkasnya. (yud)
