51 Penyuluh Agama Islam Mengikuti Sosialisasi Penguatan Wakaf
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) : Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penguatan Lembaga Wakaf dan Data Wakaf yang diadakan di De Garden Resto. Kegiatan di buka oleh Kepala Kantor Kemenag Banyumas Ibnu Asaddudin. Selasa (24/10)
Hadir dalam kegiatan Ketua BWI Purwadi Santoso, Kepala Kantor Kemenag Banyumas Ibnu Asaddudian, Ketua panitia Muhammadyah Matori dan selaku moderator pengurus BWI Misbah. Dengan peserta adalah Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banyumas sejumlah 52 orang.
Pelaksanaan sosialisasi ini bertujuan agar peserta memahami tupoksi BWI dan percepatan sertifikasi wakaf untuk meminimalisir sengketa wakaf.
Dalam sambutannya Kakan Kemenag menjelaskan bahwa BWI tidak perlu lagi rebutan wakaf, yang perlu dibahas adalah bagaimana BWI hadir di masyarakat menyelesaikan semua permasalahan yang ada, BWI saat ini sudah luar biasa. Outputnya untuk kegiatan hari ini adalah temukan wakaf yang sudah berapa , dan yang belum berapa.
" Saat ini jumlah tanah wakaf di Kabupaten Banyumas berjumlah 4804, sudah tersertifikasi 3650 (76%) dan yang yang belum sertifikasi 1154 (24%). Yang menjadi permasalahan wakaf di Banyumas saat ini adalah tukar guling di Desa Margasana yang terkena proyek strategis nasional, yakni halaman masjid buat jalan nasional, yang kedua adalah tukar guling MI Maarif NU Sokawera Cilongok, yang ketiga adalah E-AIW yang belum berjalan maksimal di KUA. Tugas kita terus mensosialisasikan , pembinaan nazhir, pemberdayaan nazhir wakaf." pungkasnya
Purwadi dalam paparannya menjelaskan bahwa terkait persoalan haji yang tadi disampaikan oleh Kakan Kemenag Banyumas merupakan tugas kedua dari BWI, ini bisa melalui wakaf produktif. BWI harus bergerak sebagai tugas administratif karena mengurusi semuanya, dalam tugasnya nanti mendapatkan pembinaan dari Kemenag.(yud/jul)
