54 Jadwal Nikah Pasca Lebaran, Penghulu KUA Tetap Siaga di Tengah WFA
Banyumas - Lonjakan permohonan pernikahan di Kecamatan Wangon pasca Lebaran Idulfitri 1447 H mencapai puncak dengan tercatatnya 54 jadwal akad nikah dalam satu pekan terakhir. Fenomena "musim kawin" ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran KUA Wangon untuk memastikan seluruh prosesi berjalan khidmat dan tertib administrasi. Meskipun terdapat kebijakan Work From Anywere (WFA) bagi sebagian aparatur sipil negara di masa transisi libur nasional, hal tersebut tidak menyurutkan dedikasi para petugas di lapangan. Jumat (27/03/26)
KUA Wangon telah melakukan pemetaan jadwal secara ketat guna mengantisipasi penumpukan acara di waktu yang bersamaan. Dengan sebaran lokasi akad nikah yang melingkupi berbagai desa di wilayah Wangon, setiap penghulu dituntut memiliki manajemen waktu yang disiplin dalam menangani agenda masing-masing. Skema penugasan yang mandiri dan terukur ini memastikan setiap pasangan tetap mendapatkan pelayanan prima serta pelaksanaan akad yang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah disepakati sebelumnya.
Staf administrasi KUA Wangon juga tetap melaksanakan kegiatan tanpa mengurangi kualitas layanan di kantor. Sementara itu, penghulu tetap siaga secara penuh untuk turun langsung ke lokasi bedol (luar kantor) maupun melayani di Balai Nikah. Kesiagaan ini merupakan bentuk komitmen instansi dalam merespons kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi akan legalitas pernikahan di momen syawal yang penuh berkah ini.
Fairuz Malaya, Penghulu KUA Wangon, menjelaskan bahwa volume pekerjaan yang meningkat drastis menuntut fisik dan konsentrasi yang ekstra. Baginya, memastikan kelancaran ijab kabul adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda, terlepas dari adanya kebijakan fleksibilitas kerja bagi pegawai pemerintah.
"Meskipun ada kebijakan WFA, kami selaku penghulu tetap siaga penuh di lapangan. Dengan 54 jadwal yang masuk, kami harus mengatur waktu dengan sangat disiplin agar tidak ada pengantin yang menunggu terlalu lama. Bagi kami, kebahagiaan warga yang sah secara agama dan negara adalah bentuk pengabdian yang nyata," ujar Fairuz Malaya.
Masyarakat memberikan apresiasi positif atas kesigapan para petugas KUA Wangon yang tetap bekerja maksimal di tengah suasana arus balik lebaran. Kelancaran prosesi akad nikah di puluhan titik ini membuktikan bahwa sistem pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama tetap berjalan efektif dan responsif. Dengan koordinasi yang solid, target penyelesaian administrasi dan penyerahan buku nikah secara langsung dapat tercapai sesuai harapan seluruh mempelai. (jhr)
