79 CPNS Kemenag Banyumas Resmi Dilantik, Kepala BKN Tekankan Empat Pilar Pelayanan Publik

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Sebanyak 79 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan secara daring yang dipusatkan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. ASN yang dilantik terdiri atas guru, penghulu, serta berbagai jabatan fungsional lainnya. Kamis (21/05)

Kegiatan tersebut diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin, Kasubbag Tata Usaha, Edi Sungkowo, Gara Zawa, Saridin, Kepala Madrasah se-Kabupaten Banyumas serta Kepala KUA se-Kabupaten Banyumas.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa ASN harus mampu mewujudkan empat prinsip utama yang dikenal dengan 4 K, yaitu Kecepatan pelayanan, Kemudahan pelayanan, Kemanfaatan kebijakan, dan Kebahagiaan masyarakat. Menurutnya, orientasi kerja ASN tidak boleh hanya berfokus pada hasil yang dapat dirasakan saat ini. ASN harus memiliki cara pandang yang lebih luas dengan memperhatikan kinerja hari ini sekaligus proyeksi dan dampaknya bagi masa depan.

“Jangan berpikir bahwa apa yang dilakukan hari ini harus langsung dapat diambil manfaatnya hari ini juga. Kita harus berpikir tentang kinerja saat ini sekaligus proyeksi masa depan,” ungkap Prof. Zudan.

Selain itu, Zudan juga menyampaikan ucapan selamat kepada para ASN yang baru dilantik dan resmi menjadi bagian dari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Dengan gaya yang hangat dan penuh humor, ia menyampaikan, “Selamat bergabung di Korpri. Yang belum menikah, nanti kita siapkan program Korpri Mantu,” yang disambut senyum para peserta.

Pada kesempatan tersebut, Zudan juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu bagi setiap ASN. Ia menegaskan bahwa budaya tepat waktu merupakan standar minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pegawai.

“Jangan bangga hanya karena datang tepat waktu. Tepat waktu itu adalah standar, karena tepat waktu merupakan kewajiban. Yang lebih baik adalah hadir sebelum waktunya,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan mendalam kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik secara nasional dari Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Dalam arahannya, Menteri Agama mengajak seluruh ASN untuk senantiasa berkomitmen terhadap peraturan serta menerapkannya secara konsisten dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari kunci keberhasilan hidup. Menurutnya, kesuksesan yang diraih seseorang tidak lepas dari doa, perjuangan, dan air mata orang tua.

Lebih lanjut, Menteri Agama menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan berkarier di lingkungan Kementerian Agama harus dibangun dengan istiqamah dalam delapan prinsip utama.

Delapan Prinsip ASN Kementerian Agama

1. Ikhlas
ASN harus bekerja dengan penuh keikhlasan, bahkan mencapai tingkatan mukhlis, yaitu merasa tidak nyaman ketika kebaikan yang dilakukan diketahui orang lain. Seorang ASN harus meyakini bahwa seluruh kesuksesan berasal dari Allah SWT. Menteri Agama mengingatkan bahwa Kementerian Agama ibarat kain putih yang bersih, sehingga setitik kesalahan akan mudah terlihat oleh masyarakat.

2. Sabar
Kesabaran harus terus ditingkatkan hingga mencapai tingkatan al-mashabir. ASN tidak hanya mampu memaafkan setelah diminta maaf, tetapi mampu memaafkan sebelum orang lain meminta maaf. Bahkan, seorang ASN harus meneladani sifat Ash-Shabur dengan memperluas kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan.

3. Tawadhu
Sikap rendah hati dan kemampuan menempatkan diri secara proporsional menjadi karakter penting yang harus dimiliki setiap ASN.

4. Ihsan
ASN dituntut untuk selalu menampilkan kebaikan dalam setiap tindakan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

5. Qanaah
Rasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah SWT akan menjauhkan ASN dari perilaku koruptif dan berbagai bentuk penyalahgunaan jabatan.

6. Amanah
Semakin kuat keimanan seseorang, semakin kuat pula sifat amanah yang dimilikinya. Amanah akan melahirkan rasa aman dan kepercayaan dari masyarakat.

7. Akhlak
ASN Kementerian Agama harus menjaga akhlak mulia selama 24 jam, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Sebagai representasi lembaga yang membawa simbol dan nilai agama, perilaku ASN harus selalu mencerminkan keteladanan.

8. Hikmah
ASN harus memiliki kearifan dalam setiap langkah dan keputusan. Hikmah tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga dimensi batin dan spiritual dalam kehidupan.

Menteri Agama menegaskan bahwa apabila delapan prinsip tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka ASN tidak hanya akan meraih kesuksesan dalam karier dan pengabdian kepada negara, tetapi juga memperoleh keberkahan hingga kehidupan akhirat.

Menutup sambutannya, Menteri Agama menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang dilantik pada hari itu. “Selamat atas pelantikan hari ini. Jadilah ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu menjaga nilai-nilai agama dalam setiap tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (Garazawa)

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi para ASN untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.