Ambil Hikmah Masa Lalu, KUA Bina Pasangan Catin Asal Sumsel dan Banjarpanepen

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh – Bertempat di Balai KUA Sumpiuh, Penyuluh Agama Islam Laeli Najihah memberikan bimbingan perkawinan (Binwin) Mandiri kepada pasangan calon pengantin (catin), Slamet Raharjono yang berasal dari Sumatera Selatan dan Fitriani, warga Banjarpanepen. Senin (03/08)

Dengan mengusung tema "Masa Lalu Jadikan Pelajaran, Petik Hikmah untuk Kehidupan Baru", prosesi bimbingan berlangsung penuh kekhidmatan dan kehangatan. Tema ini diangkat secara khusus mengingat kedua calon pengantin sebelumnya pernah mengarungi bahtera rumah tangga yang harus terhenti di tengah jalan.

Dalam arahannya, Laeli Najihah menekankan pentingnya kedewasaan sikap dalam menyikapi perjalanan hidup masa lalu. Beliau menyampaikan bahwa kegagalan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sarana evaluasi dan pendewasaan diri agar tidak mengulangi kekhilafan yang sama.

"Masa lalu, sepahit apa pun itu, adalah sekolah kehidupan. Jadikan ia sebagai bahan pelajaran dan petik hikmah terbaiknya untuk dijadikan fondasi yang lebih kokoh bersama pasangan yang baru. Rumah tangga yang akan dibangun ini adalah lembaran putih yang siap diisi dengan komitmen, saling pengertian, dan niat beribadah kepada Allah SWT," tutur Laeli Najihah.

Melalui Binwin Mandiri ini, diharapkan pasangan Slamet Raharjono dan Fitriani memiliki kesiapan mental, spiritual, serta emosional yang lebih mantap. Dengan saling menerima latar belakang masing-masing dan berfokus pada masa depan, KUA Sumpiuh mendoakan agar pernikahan ini menjadi pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah hingga akhir hayat.