KUA Wangon Cermat Pilih Komposisi Tanah Pot Pojok ASRI
Oleh KUA Wangon
Banyumas – KUA Wangon terus mematangkan penataan "Pojok ASRI" guna menciptakan lingkungan kantor yang hijau dan nyaman bagi masyarakat. Setelah melakukan pengadaan pot bunga baru, kini fokus beralih pada tahap penyiapan media tanam yang tepat. Langkah ini dilakukan agar tanaman hias yang ditempatkan di sudut-sudut kantor dapat tumbuh subur, sehat, dan memberikan kesegaran visual dalam jangka panjang. Selasa (04/08)
Pemilihan media tanam tidak dilakukan secara sembarangan oleh tim KUA Wangon. Pegawai KUA Wangon secara cermat meracik komposisi tanah yang ideal, menggabungkan tanah subur, pupuk organik, dan sekam bakar untuk memastikan tingkat porositas serta nutrisi yang seimbang. Kejelian dalam memilih bahan media tanam ini menjadi kunci utama agar akar tanaman hias tidak mudah membusuk dan mampu bertahan di lingkungan dalam maupun luar ruangan.
Tugas penting meracik dan memilih media tanam yang tepat ini dipercayakan kepada Udin, seorang Penyuluh Agama Islam di KUA Wangon. Dengan ketelitian dan pengetahuannya tentang perawatan tanaman, Udin turun langsung memastikan bahan-bahan yang digunakan memiliki kualitas terbaik. Pendekatan terukur ini diambil agar investasi pengadaan pot dan tanaman hias dapat membuahkan hasil yang maksimal bagi estetika kantor.
Udin mengungkapkan bahwa kesehatan tanaman sangat bergantung pada kualitas media tanam sejak awal penanaman. "Media tanam itu fondasi utama. Kami tidak bisa asal pakai tanah biasa karena daya simpan air dan porositasnya harus seimbang. Dengan kombinasi tanah, pupuk organik, dan sekam yang tepat, tanaman di Pojok ASRI akan tumbuh segar dan tidak mudah layu, sehingga kenyamanan ruang pelayanan tetap terjaga," ujar Udin saat menjalankan tugasnya.
Upaya KUA Wangon dalam memperhatikan detail media tanam ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan program penataan kantor. Lingkungan KUA yang asri, hijau, dan tertata rapi diharapkan dapat memberikan atmosfer yang menenangkan bagi para pemohon layanan. Langkah sederhana ini tidak hanya mempercantik fisik kantor, tetapi juga menjadi cerminan pelayanan publik yang ramah, bersih, dan berwawasan lingkungan. (jhr)
