ASN KUA Gumelar Rutinkan Tadarus Al-Quran demi Integritas Pelayanan
Oleh HUMAS
Banyumas – Ada pemandangan menyejukkan yang tertangkap di KUA Gumelar. Di tengah kesibukan melayani urusan keagamaan masyarakat, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan tersebut menunjukkan semangat luar biasa dalam melaksanakan tadarus Al-Qur'an secara kolektif. Langkah ini dinilai bukan sekadar rutinitas formal, melainkan sebuah upaya spiritual mendalam untuk menjaga integritas dan menghadirkan keberkahan dalam setiap derap pelayanan publik. Selasa (24/02)
Kegiatan yang dilaksanakan secara istiqamah ini membawa nilai-nilai substantif bagi penguatan institusi KUA, di antaranya:
1. Menghadirkan Barokah dalam Ruang Kerja
Melalui tadarus, suasana kantor yang biasanya kental dengan urusan administratif seperti pendaftaran nikah dan haji, bertransformasi menjadi lingkungan yang religius. Secara maknawi, kegiatan ini diharapkan membawa barokah atau ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan). Hasilnya, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih tulus, ikhlas, dan dijauhkan dari berbagai hambatan.
2. Penguatan Mental dan Karakter Pelayan Umat
Sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat kecamatan, ASN KUA dituntut memiliki moralitas yang tinggi. Pembiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin berfungsi sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai langit ke dalam ritme kerja harian. Ketenangan jiwa yang lahir dari interaksi dengan kitab suci ini secara langsung berdampak pada kualitas pelayanan yang lebih ramah, sabar, dan humanis kepada warga Gumelar.
3. Syiar Melalui Keteladanan
Tadarus bersama ini menjadi sarana syiar Islam yang nyata di tingkat kecamatan. KUA Gumelar membuktikan bahwa mereka tidak hanya memberikan penyuluhan dan perintah kebaikan kepada masyarakat, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai tersebut secara kolektif di internal kantor.
Meski dilakukan dengan pembacaan beberapa ayat setiap harinya sebelum memulai jam pelayanan, konsistensi (istiqamah) menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan menjaga ritme spiritual di sela tugas negara, KUA Gumelar berharap dapat terus menjadi institusi yang tidak hanya tertib secara aturan negara, tetapi juga selaras dengan koridor syariat.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain bahwa kesibukan dalam melayani publik tidak semestinya menjadi penghalang untuk tetap menjaga kedekatan dengan Sang Pencipta.
