Bedah Kitab Durratun Nasihin, Penyuluh Gumelar Siapkan Spiritualitas Jamaah MT Hijrotunnisa

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar menggelar bimbingan penyuluhan yang khidmat di Majelis Ta’lim (MT) Hijrotunnisa, RW 08 Desa Cihonje. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan spiritual warga agar dapat menjalani bulan puasa dengan pemahaman yang mendalam. Senin (23/02)

Dalam penyuluhan kali ini, materi yang diangkat merujuk pada literatur klasik yang sangat masyhur, yakni Kitab Durratun Nasihin (Permata para Penasihat) karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad al-Khubawi. Penggunaan kitab kuning ini memberikan nuansa kajian yang kaya akan fadhilah (keutamaan) dan motivasi ibadah.

Penyuluh memaparkan beberapa poin inti dari Kitab Durratun Nasihin yang menekankan bahwa Ramadan adalah bulan "pembersihan" dan "penghormatan". Salah satu pesan yang paling menyentuh jamaah adalah riwayat mengenai keutamaan menyambut Ramadan dengan hati yang gembira.

"Barangsiapa yang merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka."

Selain itu, dijelaskan pula makna filosofis dari huruf-huruf pembentuk kata Ramadan (?????) menurut literatur tersebut:

  • Ra (Rahmatullah): Rahmat Allah yang melimpah.

  • Mim (Mahabbatullah): Kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

  • Dhad (Dhammanullah): Jaminan keamanan dan perlindungan dari Allah.

  • Alif (Ulfatullah): Kelembutan dan kasih sayang Allah.

  • Nun (Nurullah): Cahaya petunjuk dari Allah.

Melalui kajian ini, Penyuluh KUA Gumelar berharap jamaah MT Hijrotunnisa tidak hanya menjalankan puasa sebagai rutinitas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga meningkat pada level "puasa khusus", yaitu menjaga seluruh panca indera dari perbuatan dosa.

Selain penguatan spiritual, kegiatan di lingkungan RW 08 ini bertujuan untuk:

  1. Mempererat Silaturahmi: Menjadikan momentum pengajian sebagai sarana memperkuat kerukunan antarwarga Desa Cihonje.

  2. Literasi Kitab Kuning: Mengenalkan kembali khazanah kitab klasik kepada ibu-ibu majelis ta’lim agar memiliki pemahaman agama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.

  3. Keseimbangan Fiqih dan Keutamaan: Di samping memberikan motivasi (targhib), penyuluh juga menyelipkan edukasi fiqih praktis agar ibadah yang dijalankan jamaah sah secara syariat.

Kegiatan berjalan dengan antusias, menutup persiapan warga Desa Cihonje dengan bekal ilmu yang menyejukkan hati demi meraih kemuliaan di bulan suci mendatang.