Bekal Menuju Keluarga Sakinah: Catin Terima Sertifikat Bimbingan Pra-Nikah di KUA Ajibarang

Oleh HUMAS
SHARE

Ajibarang — Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Ajibarang pada Rabu siang. Pasangan kekasih, Sabil dan Illona, tampak sumringah saat berfoto bersama Penyuluh Agama Islam KUA Ajibarang, Muhammad Shodiq Ma'mun. Di tangan mereka, tergenggam erat sebuah sertifikat bimbingan pra-nikah—sebuah simbol kesiapan dan legalitas komitmen mereka untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Rabu (15/07)

Pasangan yang telah merajut tali kasih sejak tahun 2024 ini dijadwalkan akan melangsungkan akad nikah pada bulan Agustus mendatang. Hadirnya sertifikat ini menjadi bukti nyata bahwa keduanya telah melewati fase pembekalan mental dan spiritual yang krusial sebelum sah menjadi suami-istri.

Dalam sesi bimbingan tersebut, Muhammad Shodiq Ma'mun memberikan penekanan khusus pada penguatan pondasi rumah tangga. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan menyelaraskan hak dan kewajiban masing-masing pihak demi mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Materi pembekalan yang diberikan meliputi:

  • Pondasi Rumah Tangga: Menanamkan nilai-nilai agama sebagai tiang utama keluarga.

  • Hak dan Kewajiban: Memahami peran masing-masing sebagai suami dan istri agar tercipta keharmonisan.

  • Mitigasi Tantangan: Memetakan potensi konflik dan tantangan yang kerap muncul dalam kehidupan berkeluarga.

  • Solusi Antisipatif: Membekali pasangan dengan langkah-langkah penyelesaian masalah secara bijak dan kepala dingin.

Mengingat usia Sabil dan Illona yang terhitung masih cukup belia, Shodiq sengaja menggunakan pendekatan persuasif dan komunikatif. Materi-materi yang kompleks disampaikan secara pelan, runtut, dan jelas agar pesan-pesan esensial tersebut dapat dengan mudah dicerna serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari nantinya.

Respons positif ditunjukkan oleh kedua calon pengantin selama jalannya bimbingan. Ekspresi wajah yang serius namun antusias, serta komunikasi dua arah yang aktif, memperlihatkan tingkat kedewasaan dan kesiapan mental yang matang dari pasangan ini dalam menyongsong lembaran baru.

"Kami berharap pembekalan yang tidak seberapa ini bisa menjadi kompas bagi mereka. Dengan modal pemahaman yang baik dan kepemilikan sertifikat bimbingan pra-nikah ini, kami optimis Sabil dan Illona mampu membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan tangguh dalam menghadapi dinamika kehidupan," ujar M. Shodiq di akhir sesi.

Program bimbingan pra-nikah yang digalakkan oleh KUA Ajibarang ini terus terbukti menjadi garda terdepan dalam menekan angka perselisihan keluarga dan perceraian dini, khususnya bagi pasangan muda di wilayah Banyumas.