HUT RI #81

Belajar Bahasa Inggris Tak Harus di Dalam Kelas, Taman Madrasah Jadi Ruang Percakapan yang Menyenangkan

M
MTSN3 Banyumas
16 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 12:42
SHARE

Banyumas — Belajar tidak selalu harus duduk berbaris di dalam ruang kelas, menghadap papan tulis, dan mendengarkan penjelasan guru. Di lingkungan MTs Negeri 3 Banyumas, ruang belajar dapat hadir lebih luas, menyatu dengan suasana alam yang asri, sekaligus membuka kesempatan bagi murid untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Seperti yang terlihat hari ini, ketika pembelajaran Bahasa Inggris yang diampu oleh Riyadul Maki Aji Mahardika, berlangsung di taman depan Kantor Tata Usaha (TU) madrasah yang bersih dan tertata rapi.

Suasana pembelajaran terasa berbeda sejak awal kegiatan. Dengan memanfaatkan taman sebagai ruang belajar terbuka, guru mata pelajaran membuka pelajaran dan mengarahkan murid untuk mengikuti kegiatan perkenalan diri dan keluarga dalam Bahasa Inggris. Materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini menjadi pintu masuk bagi murid untuk berlatih menggunakan bahasa asing secara langsung, bukan sekadar memahami kosakata atau menghafalkan pola kalimat dari buku pelajaran.

Duduk melingkar di taman, murid memperoleh kesempatan untuk saling berhadapan, menyimak, dan berbicara secara bergantian. Satu per satu, mereka memperkenalkan diri di hadapan teman-temannya, kemudian menyampaikan informasi sederhana tentang keluarga menggunakan Bahasa Inggris. Pola duduk yang tidak biasa seperti di dalam kelas menghadirkan suasana yang lebih akrab dan komunikatif. Setiap murid memiliki ruang untuk tampil, mencoba menyusun kalimat, melatih pelafalan, serta membangun keberanian berbicara di depan orang lain.

Lebih dari sekadar mempelajari materi self-introduction dan family introduction, kegiatan ini menjadi latihan kecil yang bermakna dalam membangun rasa percaya diri. Bagi murid yang masih ragu berbicara dalam Bahasa Inggris, kesempatan untuk mencoba di hadapan teman-teman merupakan bagian penting dari proses belajar. Kesalahan dalam pengucapan atau penyusunan kalimat bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari perjalanan untuk terus memperbaiki kemampuan. Di sinilah peran guru menjadi penting, yakni mendampingi, mengarahkan, dan menciptakan suasana yang memungkinkan setiap murid berani belajar tanpa takut mencoba.

Pemanfaatan taman madrasah juga menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi sumber belajar yang kaya. Ruang terbuka yang bersih dan nyaman bukan hanya memperindah wajah madrasah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih segar. Dengan suasana yang berbeda, murid diajak memahami bahwa belajar tidak dibatasi oleh dinding kelas. Selama tujuan pembelajaran tercapai, lingkungan sekitar dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berkomunikasi, interaksi sosial, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan sederhana ini, MTs Negeri 3 Banyumas terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan dekat dengan kehidupan murid. Semangat Madrasah KEREN NG’TREN diwujudkan melalui pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada tumbuhnya keberanian, kemandirian, dan keterampilan berkomunikasi. Sebab, bahasa akan lebih mudah dikuasai ketika digunakan, keberanian akan tumbuh ketika diberi kesempatan, dan pengalaman belajar akan lebih membekas ketika murid terlibat secara langsung. Dari taman kecil di depan Kantor TU, pembelajaran Bahasa Inggris hari ini menghadirkan pesan sederhana: kelas boleh berpindah tempat, tetapi semangat belajar harus terus tumbuh di setiap ruang dan kesempatan.

Humas MTsN3 Banyumas