Bentengi Amal dengan Ilmu: Penyuluh Bedah Bahaya Penyakit Hati di MT Maratus Solikhah

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Semangat thalabul ilmi terpancar jelas dari raut wajah ibu-ibu jamaah Majlis Taklim Maratus Solikhah, Grumbul Karanganyar, Desa Somagede. Dua Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede, Mir'atul Husna, dan Nuryati, kembali hadir memberikan bimbingan ruhani dalam agenda rutin yang berlangsung khidmat. Selasa (07/04)

Kegiatan dimulai dengan tradisi yang menyejukkan, yakni Tadarus Al-Qur'an. Dipimpin langsung oleh Mir'atul Husna, para jamaah bersama-sama melantunkan Surat Hud ayat 50 hingga 95. Suasana hening dan khusyuk menyelimuti lokasi saat ayat demi ayat dibacakan, menjadi pengingat akan kisah para Nabi dan perjuangan dakwah mereka di masa lalu.

Memasuki sesi inti, Nuryati memberikan tausiyah mendalam mengenai kesehatan mental dan spiritual, khususnya tentang penyakit hati yang sering tidak disadari: Hasud atau Dengki.

Dalam paparannya, Nuryati mengutip hadis riwayat Ibnu Majah yang memberikan peringatan keras bagi setiap muslim: "Sifat hasud (dengki) itu dapat memakan (merusak) kebaikan, sebagaimana api membakar kayu bakar."

"Sangat disayangkan jika shalat kita, puasa kita, dan sedekah kita habis tak bersisa hanya karena kita memelihara rasa tidak suka atas nikmat yang diterima orang lain," ujar Nuryati di hadapan jamaah.

Tak hanya memaparkan bahayanya, Nuryati juga memberikan solusi konkret untuk mengobati penyakit hati ini. Merujuk pada pemikiran tokoh besar Al-Imam Al-Ghazali, ia menekankan dua kunci utama untuk mengikis rasa dengki:

  1. Ilmu: Menyadari bahwa setiap nikmat telah diatur oleh Allah dan dengki hanya akan merugikan diri sendiri di dunia maupun akhirat.

  2. Amal Shalih: Memaksa diri untuk berbuat baik kepada orang yang didengki dan menyibukkan diri dengan ibadah.

Kegiatan rutin ini diharapkan bukan sekadar ajang silaturahmi, namun menjadi benteng spiritual bagi warga Desa Somagede. Dengan bimbingan dari para penyuluh profesional, jamaah diharapkan mampu menjaga kemurnian amal ibadah mereka dari kotoran-kotoran hati yang merusak. (Nuryati)