Bimas Islam bersama Tim SAFAC Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Masjid Dzunnuroin dan Masjid Uwais AL Qorni
Oleh Seksi Bimas
Banyumas - Tim Bimas dan Tim Safac telah melaksanakan kegiatan kalibrasi arah kiblat di wilayah Kecamatan Karanglewas, tepatnya di Desa Karanggude. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketepatan arah kiblat yang digunakan oleh masyarakat dalam melaksanakan ibadah shalat. Seluruh proses pengukuran dilakukan dengan menggunakan peralatan modern dan metode yang telah disesuaikan dengan standar keilmuan astronomi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kesempurnaan ibadah umat Islam di daerah tersebut. Selasa (05/05/26)
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kalibrasi adalah Masjid Dzunnuroin yang terletak di pusat pemukiman warga Desa Karanggude. Tim teknis melakukan pengukuran secara teliti dari titik tengah ruang utama masjid untuk mendapatkan data yang akurat dan terpercaya. Hasil pengukuran kemudian dicatat dan akan disosialisasikan kepada pengurus masjid serta seluruh jamaah yang rutin beribadah di tempat tersebut. Keberadaan data yang jelas diharapkan dapat menjawab keraguan yang mungkin muncul di tengah masyarakat terkait arah kiblat yang digunakan selama ini.
Setelah menyelesaikan proses di Masjid Dzunnuroin, tim langsung bergerak menuju lokasi kedua yaitu Masjid Uwais Al Qorni yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi sebelumnya. Waktu tempuh yang singkat memudahkan pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian pengukuran dapat diselesaikan dalam jadwal yang telah ditentukan. Di masjid ini, tim kembali melakukan langkah-langkah yang sama untuk memastikan hasil kalibrasi memiliki tingkat ketelitian yang setara dengan lokasi pertama. Pengurus masjid dan warga sekitar menyambut baik kehadiran tim dan memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.
Selama proses berlangsung, tim juga menyempatkan diri untuk memberikan penjelasan singkat mengenai dasar ilmu yang digunakan dalam penentuan arah kiblat kepada warga yang hadir. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak hanya mengetahui hasilnya, tetapi juga memahami landasan keilmuan yang melatarbelakanginya. Interaksi yang terjalin berjalan dengan hangat dan penuh kekeluargaan, menciptakan suasana yang kondusif bagi penyampaian informasi. Banyak warga yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih yakin dengan arah kiblat yang selama ini mereka gunakan.
Kegiatan kalibrasi ini dinyatakan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Seluruh data hasil pengukuran akan didokumentasikan dan diserahkan secara resmi kepada pihak pengurus masjid sebagai bahan referensi jangka panjang. Tim Bimas dan Tim Safac berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah-wilayah lain agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak umat. Dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam setiap upaya pelayanan keagamaan seperti ini.
