Bimluh Bahas Mitoni sebagai Warisan Budaya dan Nilai Spiritual

Oleh KUA purwojati
SHARE

Banyumas – Nilai kearifan lokal kembali diangkat dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Rasim Abdul Aziz. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas tradisi mitoni atau yang dikenal juga dengan tingkeban/mitulikur, yakni selamatan kehamilan saat usia kandungan memasuki tujuh bulan. Jumat (24/04)

Dalam pemaparannya, Rasim Abdul Aziz menjelaskan bahwa tradisi mitoni merupakan bagian dari budaya masyarakat Jawa yang sarat makna, sebagai ungkapan doa dan harapan agar ibu dan calon bayi diberikan keselamatan serta kelancaran hingga proses persalinan.

Ia juga menekankan pentingnya menyikapi tradisi dengan bijak, yaitu dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman. Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat, tradisi seperti mitoni dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat doa bersama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh perhatian. Peserta tampak antusias mengikuti penjelasan, terutama dalam memahami keterkaitan antara budaya lokal dan nilai-nilai agama. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat melestarikan tradisi dengan pemahaman yang tepat, serta menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat