Bina Karakter Sejak Dini: Cahaya Maghrib di Mushola Kedung Santen

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Banyumas – Suasana religius yang kental menyelimuti Mushola Kedung Santen setiap usai azan Maghrib berkumandang. Penyuluh Agama Islam, Laeli Najihah, secara rutin melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) bagi santri anak-anak di Majelis Taklim (MT) Anak-Anak An-Najah. Kegiatan ini menjadi wadah krusial dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dan akhlak mulia sejak usia dini. Rabu (01/04)

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Shalat Maghrib berjamaah, mendidik anak-anak tentang kedisiplinan dan keutamaan ibadah kolektif. Gema syahdu kemudian berlanjut saat seluruh santri melantunkan Asmaul Husna secara bersama-sama. Getaran nama-nama baik Allah ini diharapkan mampu melembutkan hati dan menguatkan tauhid dalam jiwa anak-anak sebelum memasuki sesi inti pembelajaran.

Puncak kegiatan diisi dengan metode mengaji sorogan. Dalam sesi ini, Laeli Najihah memberikan perhatian privat kepada setiap santri sesuai dengan tingkat kemampuannya, baik yang masih berada di tingkat Iqro’ maupun yang sudah melangkah ke Al-Qur’an.

"Metode sorogan memungkinkan kita memantau secara detail makhraj dan tajwid setiap anak. Lebih dari sekadar membaca, ini adalah momen transfer ilmu dan kasih sayang," ujar Laeli di sela-sela kegiatannya.

Melalui bimbingan yang konsisten ini, MT Anak-Anak An-Najah berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya fasih membaca kalam Ilahi, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap rumah ibadah.