Binwin Catin Bekali Catin Menuju Keluarga Sakinah
Oleh KUA SUMPIUH
Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti sesi Bimbingan Perkawinan (Binwin) Mandiri yang dilaksanakan di KUA Sumpiuh. Kegiatan ini merupakan langkah krusial bagi pasangan calon pengantin (catin), Heru Dwi Pramono dan Maharani Nur Khafifah asal Selanegara, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Senin (30/03)
Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Siti Nurkharisah Candrawati, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pembekalan komprehensif. Bimbingan ini dirancang bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan investasi ilmu demi ketahanan keluarga di masa depan.
Dalam arahannya, Siti Nurkharisah menekankan empat poin krusial yang menjadi bekal bagi kedua calon mempelai:
-
Pilar Keluarga Sakinah: Membangun rumah tangga di atas landasan mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat) dengan prinsip saling menghargai dan kerja sama.
-
Generasi Berkualitas dan Sehat: Menanamkan kesadaran bahwa kualitas bangsa dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga yang terencana dan berpendidikan.
-
Kesehatan Reproduksi: Memberikan pemahaman medis dan syariat mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi demi keselamatan ibu dan anak.
-
Psikologi Pernikahan: Menyiapkan mental pasangan dalam menghadapi dinamika emosi dan resolusi konflik agar keharmonisan tetap terjaga.
"Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tapi tentang bagaimana dua jiwa bekerja sama membangun peradaban kecil yang sehat, baik secara fisik maupun psikis," ujar Siti Nurkharisah di sela-sela materi.
Melalui Binwin Mandiri ini, diharapkan Heru dan Maharani dapat mengarungi bahtera rumah tangga dengan kesiapan yang matang, sehingga terwujud keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, namun juga berkontribusi melahirkan generasi yang unggul.
