Bulan Muharram, Penyuluh KUA Somagede Beri Penguatan Mental Warga Binaan Putri di Rutan Banyumas
Oleh KUA Somagede
Banyumas – Memasuki momentum bulan suci Muharram, Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede melalui Penyuluh Agama Islam terus bergerak aktif memberikan pendampingan spiritual keagamaan. Kali ini, bimbingan penyuluhan menyasar kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, Nuryati, dengan didampingi rekan sejawat sesama penyuluh, Yanda Nurarista Irnawanti. Kegiatan bimbingan mental spiritual ini mengusung tema yang sangat kontekstual, yakni "Menjemput Cahaya Hijrah: Kesabaran dan Keteguhan Hati di Bulan Muharram".
Sebelum penyampaian materi inti, suasana religius di dalam rutan terasa begitu kental saat kegiatan diawali dengan murojaah Asmaul Husna bersama. Lantunan 99 nama-nama Allah yang agung berkumandang syahdu, dibacakan secara serentak oleh seluruh warga binaan putri yang hadir bersama para penyuluh. Gema dzikir ini berhasil membangun atmosfer yang sangat khidmat, haru, dan menyejukkan hati, mempersiapkan mental para peserta sebelum menerima siraman rohani.
Memasuki acara inti, Nuryati, dalam pemaparan tausiyahnya menekankan bahwa keberadaan para warga binaan di dalam rutan bukanlah akhir dari segala-galanya. Melainkan, momentum ini harus dilihat sebagai cara Allah SWT memberikan ruang dan waktu bagi mereka untuk menata ulang lembaran hidup yang baru melalui madrasah kehidupan.
"Bulan Muharram identik dengan semangat hijrah—sebuah perpindahan dari masa lalu menuju masa depan yang diridhai Allah. Di tempat ini, mari kita ubah energi kesedihan dan rasa rindu kepada keluarga menjadi untaian doa serta kesabaran yang aktif," ujar Nuryati di hadapan puluhan warga binaan putri yang menyimak dengan penuh perhatian.
Lebih lanjut, dalam materi yang disampaikan secara komunikatif dan menyentuh hati tersebut, Nuryati juga mengajak audiens untuk meneladani keteguhan hati Sayyidati Asiyah, sosok wanita agung yang tetap kokoh mempertahankan keimanannya di tengah lingkungan yang penuh ujian. Para warga binaan pun dimotivasi untuk memanfaatkan sisa masa tahanan dengan mengamalkan tiga hal praktis: memperbanyak istighfar, menjaga keharmonisan antar-teman sekamar, dan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an.
Sementara itu, Yanda Nurarista Irnawanti, yang mendampingi jalannya kegiatan turut memberikan penguatan serta memandu jalannya dialog interaktif. Suasana haru kembali menyelimuti ruangan saat sesi doa bersama dikumandangkan sebagai penutup kegiatan. Banyak di antara warga binaan yang tak kuasa menahan air mata saat memohon ampunan dan kekuatan untuk keluarga di rumah.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan yang sinergis ini, diharapkan para WBP putri di Rutan Kelas IIB Banyumas dapat memperoleh suntikan moral dan spiritual yang kuat. Sehingga kelak ketika masa pembinaan selesai, mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang religius, mandiri, dan berakhlak mulia. (NurY)
