Cahaya Dhuha Mengalir di Mushola Al-Mujahidin
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Langit Banyumas masih berselimut sejuk ketika langkah-langkah khidmat para Guru dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri 3 Banyumas mengalir menuju Mushola Al-Mujahidin. Usai doa dan mujahadah yang menggetarkan hati, suasana tak serta-merta kembali biasa. Ada getar yang tertinggal di dada, ada harap yang menggantung di udara. Di awal Ramadhan ini, setiap jejak menuju mushola terasa seperti perjalanan kecil menuju cahaya. jumat (20/02)
Di dalam Mushola Al-Mujahidin MTs Negeri 3 Banyumas, saf-saf shalat Dhuha tersusun rapi. Sinar mentari pagi menyelinap, memantulkan bayang-bayang yang seolah ikut bersujud. Dalam hening yang syahdu, takbir menggema pelan namun dalam. Shalat Dhuha bukan sekadar rutinitas, melainkan pernyataan cinta; bahwa sebelum menyapa tugas dan kesibukan, jiwa-jiwa ini lebih dahulu mengetuk pintu langit, memohon keberkahan atas setiap ilmu yang akan ditanamkan.
Usai salam terakhir, mushola tak kehilangan denyutnya. Lembaran-lembaran Al-Qur'an dibuka dengan penuh takzim. Tadarus pun mengalir, ayat demi ayat terlantun dalam irama yang menenangkan. Huruf-huruf suci itu seperti embun yang jatuh perlahan, membasahi hati, membersihkan prasangka, dan menguatkan niat. Di antara jeda napas dan panjang-pendek bacaan, terselip doa-doa sunyi yang hanya Allah dan hati yang tahu.
Ramadhan menghadirkan makna yang lebih dalam pada setiap lantunan. Bukan hanya tentang membaca, tetapi tentang dibaca—oleh ayat-ayat yang menegur, menguatkan, dan menuntun. Para GTK larut dalam kesadaran bahwa mendidik bukan sekadar profesi, melainkan amanah suci yang membutuhkan hati bersih dan jiwa yang terus diasah. Dari mushola kecil itu, semangat besar sedang dirajut: mendidik dengan cinta, membimbing dengan teladan.
Pagi itu, Mushola Al-Mujahidin menjadi saksi bahwa kekuatan madrasah tak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari sujud yang panjang dan tilawah yang istiqamah. Cahaya Dhuha seakan menetes ke setiap relung hati, menyertai langkah menuju ruang-ruang belajar. Dan di awal Ramadhan ini, MTs Negeri 3 Banyumas kembali meneguhkan diri—bahwa sebelum mencerdaskan akal, mereka terlebih dahulu menerangi jiwa.(HumasMTsN3)
