Cahaya di Balik Jeruji: Penyuluh KUA Somagede Teguhkan Hati Warga Binaan Rutan Banyumas
Oleh KUA Somagede
Banyumas — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Blok Putri Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas. Di tengah keterbatasan ruang dan beratnya ujian hidup, para warga binaan perempuan mendapatkan suntikan motivasi spiritual yang menyejukkan jiwa. Selasa (29/09)
Kegiatan bimbingan penyuluhan rohani kali ini menghadirkan Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede, Nuryati. Kehadirannya disambut antusias oleh para warga binaan yang rindu akan siraman rohani dan penguatan mental.
Agenda pembinaan rohani ini diawali dengan pembacaan mujahadah Asmaul Husna secara bersama-sama. Lantunan nama-nama agung Allah SWT menggema di dalam blok putri, menciptakan atmosfer damai yang meredupkan sejenak beban psikologis para warga binaan. Kegiatan spiritual ini menjadi langkah awal untuk menjernihkan hati sebelum memasuki sesi materi inti.
Memasuki sesi tausiyah, Nuryati, membawakan tema yang sangat relevan dengan kondisi para warga binaan, yaitu "Menggapai Istiqomah di Tengah Keadaan yang Penuh dengan Ujian".
Dalam pemaparannya, Nuryati mengupas tuntas tiga poin krusial untuk membangkitkan kembali semangat hidup dan keteguhan iman mereka:
-
Pengertian Istiqomah: Menjelaskan bahwa istiqomah bukan berarti manusia luput dari kesalahan, melainkan konsistensi dalam berada di jalan ketaatan kepada Allah SWT secara berkelanjutan, meskipun harus menghadapi berbagai terjangan masalah.
-
Wujud Nyata Istiqomah: Mengajak warga binaan untuk tetap menjaga ibadah wajib, memperbaiki akhlak sehari-hari di lingkungan rutan, serta senantiasa berprasangka baik (husnuzhan) kepada ketetapan Allah SWT.
-
5 Kunci Utama Menjaga Istiqomah: Membeberkan strategi praktis yang dapat diterapkan di dalam rutan, mulai dari meluruskan niat, memperbanyak doa, memilih lingkungan pertemanan yang positif, memahami ilmu agama secara benar, hingga sabar dalam menghadapi proses hidup.
Sebagai puncak acara sekaligus penutup sesi, Nuryati membimbing para warga binaan untuk memanjatkan doa memohon keteguhan hati. Dengan suara bergetar namun penuh khusyuk, mereka bersama-sama melafalkan doa penyejuk jiwa: Ya muqallibal qulub, tsabit qalbi 'ala dinika (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).
"Ujian hidup di tempat ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan cara Allah SWT menempa hati kita agar menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan dekat kepada-Nya," pesan Nuryati di penghujung acara, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap warga binaan yang hadir.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan para warga binaan Rutan Kelas IIB Banyumas tidak merasa sendiri dan mampu melakukan transformasi diri secara positif, sehingga siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat kelak.
