Cegah Konflik Keagamaan, Tim EWS Kanwil Kemenag Jateng Monev Aplikasi EWS Sirukun di Kemenag Banyumas
Oleh HUMAS
Purwokerto – Dalam upaya memperkuat deteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial berdimensi keagamaan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Aplikasi Early Warning System (EWS) Sirukun bersama Tim EWS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kantor Kemenag Banyumas, Selasa (01/09).
Aplikasi EWS merupakan platform berbasis website resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI. Sistem ini dirancang khusus untuk memetakan, mendeteksi, serta merespons secara cepat berbagai risiko dan potensi kerawanan sosial yang membawa isu keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Monev dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran jajaran Kemenag di tingkat kecamatan untuk peka terhadap dinamika sosial di lapangan.
"Aparatur Kemenag, khususnya penghulu dan penyuluh, adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat. Aplikasi EWS ini menjadi alat krusial agar setiap potensi gesekan dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin secara terukur," tegas Ibnu.
Ibnu juga menegaskan agar seluruh penghulu dan penyuluh di lingkungan Kemenag Banyumas segera memiliki akun EWS serta aktif melakukan penginputan dan pengoperasian data secara berkala.
Materi teknis dan evaluasi aplikasi disampaikan langsung oleh Tim EWS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Albertus Nugrahaning Widi dan Nofianto. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan intensif terkait tata cara penginputan data, verifikasi informasi, hingga skema pelaporan potensi konflik secara real-time.
Melalui Monev ini, jajaran aparatur Kemenag di Kabupaten Banyumas diharapkan semakin responsif dan sigap memanfaatkan teknologi digital demi merawat kondusivitas serta kerukunan umat beragama di wilayah Banyumas.
