Cinta yang Berlabuh dalam Keberkahan
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Desa Pekuncen ketika dua hati yang telah dipersiapkan oleh takdir akhirnya dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, Iskandar Zulkarnain, melaksanakan pencatatan nikah sekaligus memimpin prosesi ijab qabul pasangan pengantin Arif H dan Solihatun, dalam sebuah akad yang berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan. Jumat (12/06)
Di hadapan keluarga, para saksi, serta kerabat yang hadir, kalimat ijab dan qabul terucap dengan mantap, menandai dimulainya perjalanan baru yang akan dijalani bersama dalam bingkai cinta, kesetiaan, dan pengabdian kepada Allah SWT. Momen sakral tersebut seakan menjadi jawaban atas doa-doa panjang yang selama ini dipanjatkan oleh kedua keluarga.
Sebagai Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain memastikan seluruh rangkaian akad dan pencatatan pernikahan terlaksana sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kehadiran negara melalui pelayanan KUA menjadi bentuk nyata dalam memberikan kepastian hukum sekaligus menghadirkan rasa aman dan ketenteraman bagi pasangan yang memulai bahtera rumah tangga.
Di balik senyum bahagia yang menghiasi wajah kedua mempelai, tersimpan perjuangan dan pengorbanan orang tua yang telah membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang. Ada air mata yang jatuh perlahan, bukan karena kesedihan, melainkan karena rasa syukur yang tak mampu seluruhnya diungkapkan dengan kata-kata. Anak yang dahulu digandeng dengan penuh cinta, kini telah melangkah menuju kehidupan baru bersama pasangan pilihannya.
Pernikahan sejatinya bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga mempertemukan dua keluarga dalam simpul persaudaraan yang dilandasi keikhlasan dan harapan. Dalam kesederhanaan prosesi yang berlangsung, terpancar kemuliaan sebuah ikatan yang oleh agama disebut sebagai mitsaqan ghalizha, perjanjian yang kokoh dan agung.
Hari bahagia di Desa Pekuncen itu menjadi pengingat bahwa cinta yang sejati tidak hanya tumbuh dari perasaan, tetapi juga dari kesediaan untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan bersama-sama mengarungi kehidupan dalam suka maupun duka. Sebab, rumah tangga yang kokoh dibangun bukan hanya dengan kemewahan, melainkan dengan kesabaran, keikhlasan, serta doa yang tak pernah putus.
Dengan terlaksananya akad nikah dan pencatatan pernikahan tersebut, pasangan Arif H dan Solihatun kini resmi menjadi suami istri yang sah menurut agama dan negara. Seluruh keluarga dan masyarakat turut memanjatkan doa agar keduanya senantiasa diberikan keberkahan, kebahagiaan, ketenteraman, serta dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah.
Seperti embun yang menyejukkan bumi di pagi hari, semoga cinta yang bersemi di antara keduanya senantiasa menghadirkan kedamaian. Sebab, pada akhirnya, kebahagiaan yang paling indah bukanlah tentang seberapa megah sebuah pesta, melainkan tentang dua hati yang memilih untuk tetap bersama, saling menggenggam, hingga usia dan waktu mengantarkan mereka menuju ridha Allah SWT.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu memperoleh ketenangan hati padanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21).
Semoga pernikahan Arif H dan Solihatun menjadi awal dari perjalanan panjang yang dipenuhi cinta, keberkahan, serta menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
