Manisnya Jambu di Jumat Berkah, Hangatkan Kebersamaan Keluarga Besar KUA
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Kebahagiaan ternyata tidak selalu hadir dalam hal-hal yang besar. Kadang, ia datang melalui kesederhanaan yang dibalut ketulusan. Begitulah suasana yang terasa di Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang pada Jumat Berkah, ketika Kepala KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain, membawa satu kardus jambu yang ranum dan manis hasil panen dari kebun miliknya sendiri untuk dinikmati bersama para Penyuluh Agama, Penghulu, dan seluruh staf KUA Jatilawang. Jumat (12/06)
Tidak ada kemewahan yang dipertontonkan. Hanya buah-buah jambu yang dipetik dengan penuh rasa syukur, lalu dibagikan dengan hati yang lapang. Namun, dari kesederhanaan itulah terpancar kehangatan dan kebersamaan yang membuat suasana kantor menjadi semakin akrab dan penuh kekeluargaan.
Buah-buah yang matang sempurna itu seolah menjadi simbol manisnya persaudaraan yang telah tumbuh di lingkungan KUA Jatilawang. Dengan wajah penuh kegembiraan, seluruh pegawai menikmati hasil panen tersebut bersama-sama. Canda, tawa, dan rasa syukur berpadu menjadi satu, menciptakan suasana yang sederhana namun begitu berkesan.
Bagi Iskandar Zulkarnain, berbagi bukanlah tentang seberapa banyak yang dimiliki, melainkan tentang seberapa besar keikhlasan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Hasil panen dari kebun sendiri yang dibawa pada Jumat pagi itu menjadi wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus ungkapan kasih sayang kepada keluarga besar KUA Jatilawang yang selama ini bersama-sama mengemban amanah pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah kesibukan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan, momen sederhana tersebut menjadi penyejuk hati. Tidak ada sekat antara pimpinan dan pegawai. Semua duduk bersama, menikmati buah yang sama, dalam suasana persaudaraan yang hangat dan penuh keakraban.
Jumat Berkah itu seolah mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu lahir dari sesuatu yang mewah. Ada kebahagiaan yang tumbuh dari ketulusan berbagi, dari senyum yang tercipta karena perhatian kecil, dan dari rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama.
Para Penyuluh Agama, Penghulu, dan staf KUA Jatilawang pun menyambut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Mereka merasakan bahwa kebersamaan yang terjalin selama ini bukan sekadar hubungan kerja, melainkan persaudaraan yang dibangun atas dasar saling menghormati, saling mendukung, dan saling menguatkan dalam pengabdian.
Di balik manisnya buah jambu yang dinikmati bersama, tersimpan pesan yang begitu mendalam. Bahwa keberkahan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga dari kemampuan untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar.
"Terkadang, yang membuat hati terharu bukanlah pemberian yang mahal, melainkan ketulusan seseorang yang rela berbagi dari apa yang dimilikinya. Sebab buah yang paling manis bukanlah yang tumbuh di kebun, melainkan yang dipetik oleh tangan yang penuh keikhlasan dan dibagikan dengan hati yang dipenuhi rasa syukur."
Dari Jumat Berkah di KUA Jatilawang, satu kardus jambu yang ranum dan manis telah menghadirkan pelajaran yang begitu indah. Bahwa kasih sayang tidak selalu diucapkan dengan kata-kata, tetapi sering kali hadir melalui perhatian-perhatian sederhana yang membuat hati merasa dihargai dan dicintai.
Dan pada akhirnya, kebersamaan yang tulus itulah yang menjadikan sebuah tempat kerja bukan sekadar ruang untuk menyelesaikan tugas, melainkan rumah kedua yang dipenuhi kehangatan, persaudaraan, dan kenangan yang akan selalu dikenang dengan penuh rasa syukur.
Semoga semangat berbagi dan kebersamaan yang tumbuh di lingkungan KUA Jatilawang senantiasa menjadi sumber keberkahan, mempererat tali persaudaraan, dan menghadirkan pelayanan yang semakin tulus bagi masyarakat.
