Datang dengan Beban Pikiran, Pulang dengan Hati Lega: Penyuluh Layani Konsultasi dengan Empati
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pelayanan dilakukan dengan mengedepankan empati, mendengarkan persoalan klien secara utuh, kemudian memberikan penguatan dan arahan berdasarkan pertimbangan syariat Islam. Selasa (29/09)
Salah satu klien yang datang, yang identitasnya dirahasiakan, merupakan seorang guru sekolah dasar yang baru menikah dengan seorang duda yang memiliki dua anak. Namun, belum genap satu tahun pernikahan, tepatnya sekitar delapan bulan setelah suaminya meninggal dunia, ia harus menghadapi situasi yang berat. Dalam masa berkabung, ia memilih kembali ke rumahnya sendiri dan menyerahkan rumah yang sebelumnya ditempati bersama suaminya kepada anak-anak almarhum. Keputusan tersebut justru membuatnya diliputi kebingungan dan banyak pertanyaan mengenai langkah yang harus dilakukan selanjutnya.
Konsultan terlatih Faidus Sa’ad, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, memberikan penjelasan mengenai masa berkabung dan iddah bagi perempuan yang ditinggal wafat suami, sekaligus memberikan penguatan terhadap langkah yang telah diambil klien dengan mempertimbangkan ketentuan syariat Islam. Konsultasi tidak sekadar menjawab persoalan hukum, tetapi juga membantu klien memahami situasinya secara lebih tenang sehingga tidak terus dibebani rasa bingung dan khawatir.
Setelah mendapatkan penjelasan dan penguatan, klien mengaku merasa lebih lega. Ia yang sebelumnya datang dengan wajah penuh kebingungan dan beban pikiran, akhirnya pulang dengan wajah lebih ceria dan bahagia. Bagi penyuluh, perubahan tersebut menjadi bagian penting dari pelayanan—mendampingi umat dengan ilmu, empati, dan penguatan agar persoalan yang dihadapi dapat dilalui dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan agama.
