Demi Sahnya Ikatan Pernikahan hingga Menembus Medan Ekstrem
Banyumas – Semangat pengabdian tak mengenal waktu dan kondisi kembali ditunjukkan dalam momentum bulan Syawal yang penuh berkah. Demi memastikan keabsahan data serta sahnya ikatan perkawinan warga, perjalanan menuju Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, menjadi bukti nyata dedikasi yang luar biasa. Minggu (29/03)
Medan yang harus dilalui tidaklah mudah. Jalanan terjal, berbatu, dan licin akibat kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah Apriliyanto, yang tetap berkomitmen menjalankan tugas pencatatan pernikahan demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Setibanya di lokasi, prosesi ijab qobul berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Warga setempat pun menyambut hangat kehadiran petugas, sekaligus mengapresiasi perjuangan yang dilakukan. Bagi mereka, kehadiran layanan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata perhatian negara terhadap masyarakat di wilayah terpencil.
“Perjalanan yang berat ini sangat berarti bagi kami. Kami merasa diperhatikan,” ujar salah satu warga dengan penuh rasa syukur.
Usai prosesi ijab qobul selesai, tanpa banyak beristirahat, Apriliyanto kembali melanjutkan perjalanan. Agenda berikutnya telah menanti di Desa Kecila, yang juga berada di wilayah Kemranjen. Semangat untuk terus melayani menjadi dorongan utama, meski kondisi fisik dan medan perjalanan terus menguji.
Kisah ini menjadi cerminan bahwa di balik setiap dokumen resmi pernikahan, terdapat perjuangan dan dedikasi yang luar biasa. Di bulan Syawal yang identik dengan kebersamaan dan pembaruan, semangat pengabdian ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak—bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas yang tak mengenal batas. (wu)
