Dibalik Pelayanan yang Baik Terdapat Hati yang Bersih
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Di saat sebagian orang masih disibukkan oleh rutinitas dunia yang bergerak begitu cepat, suasana berbeda tampak di Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang setiap Jumat pagi. Dalam balutan ketenangan dan kekhusyukan, Kepala KUA Jatilawang, para Penyuluh Agama, Penghulu, serta seluruh staf KUA berkumpul bersama untuk melaksanakan amalan rutin pembacaan Asmaul Husna, menyebut dan mengagungkan nama-nama Allah Yang Maha Indah. Jum’at (05/06)
Lantunan Asmaul Husna yang menggema dari ruang kantor menghadirkan suasana yang teduh dan menyejukkan hati. Satu demi satu nama Allah SWT dilafalkan dengan penuh penghayatan, mengalir lembut menembus relung jiwa, membawa ketenangan di tengah kesibukan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi rutin setiap Jumat pagi tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, ia merupakan ikhtiar spiritual untuk menguatkan keimanan, memperkokoh kebersamaan, dan memohon keberkahan Allah SWT dalam setiap tugas dan pengabdian yang dijalankan.
Dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengikuti pembacaan Asmaul Husna. Tidak ada hiruk-pikuk percakapan, tidak ada kesibukan lain yang mengalihkan perhatian. Yang ada hanyalah hati-hati yang berusaha mendekat kepada Sang Pencipta, memohon agar setiap langkah pelayanan yang dilakukan menjadi bagian dari amal ibadah.
Kepala KUA Jatilawang menyampaikan bahwa pembacaan Asmaul Husna merupakan salah satu sarana untuk menjaga kebersihan hati sekaligus mengingatkan seluruh pegawai bahwa tugas pelayanan kepada masyarakat bukan hanya pekerjaan administratif, melainkan juga bentuk pengabdian yang memiliki nilai ibadah.
"Ketika kita mengawali hari dengan mengingat Allah, insya Allah hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih ikhlas dan penuh tanggung jawab," ungkapnya.
Suasana yang tercipta dalam kegiatan tersebut sering kali menghadirkan rasa haru yang mendalam. Sebab di tengah berbagai tuntutan pekerjaan dan dinamika kehidupan, masih ada ruang yang sengaja disediakan untuk menundukkan hati, mengingat kebesaran Allah, dan menyadari bahwa manusia hanyalah hamba yang senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya.
Lantunan "Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus..." yang diucapkan bersama-sama bukan sekadar rangkaian lafaz. Ia adalah doa yang hidup. Ia adalah pengingat bahwa kasih sayang Allah lebih luas daripada segala persoalan yang dihadapi manusia. Ia adalah sumber kekuatan yang menghidupkan optimisme dan ketulusan dalam menjalankan amanah.
Bagi keluarga besar KUA Jatilawang, Jumat pagi bukan hanya awal dari aktivitas pelayanan. Ia adalah momentum untuk menyegarkan jiwa sebelum melayani masyarakat. Sebuah waktu yang digunakan untuk menata niat, memperbaiki hati, dan memperkuat semangat pengabdian.
Di tengah dunia yang semakin sibuk dan sering kali membuat manusia lupa pada tujuan hidupnya, amalan sederhana ini menjadi oase yang menyejukkan. Mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari capaian pekerjaan, tetapi juga dari kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.
Melalui kegiatan rutin pembacaan Asmaul Husna tersebut, keluarga besar KUA Jatilawang berharap keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah pengabdian mereka. Semoga Allah SWT melimpahkan kemudahan dalam menjalankan tugas, memberikan kesehatan dan kekuatan kepada seluruh pegawai, serta menjadikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai amal saleh yang bernilai di sisi-Nya.
Karena sesungguhnya, di balik pelayanan yang baik terdapat hati yang bersih. Dan hati yang bersih selalu tumbuh dari jiwa yang tidak pernah lelah menyebut nama-nama indah Allah SWT dengan penuh cinta, harap, dan ketundukan.
