Dorong Digitalisasi, Kemenag RI Adakan Bimtek Bagi Tim Inti Madrasah
Oleh yudza1
Purwokerto (Humas) - Semakin pesatnya teknologi dan informasi, serta digitalisasi, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengadakan bimbingan teknis dan pendampingan EDM dan e-RKAM bagi tim inti Madrasah. Bimbingan teknis ini dilaksanakan dari tanggal 3 Juni 2024 hingga 6 Juni 2024 mendatang. Selasa, (4/6).
Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Grand Karlita ini dihadiri oleh tim pusat Kementerian Agama Republik Indonesia Hendri Setio Purwanto koordinator pengembang aplikasi EDM dan e-RKAM, Tim kerja sarana dan prasarana bidang pendidikan madrasah Kanwil Provinsi Jawa Tengah Munif Ma'nawi, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Muhammad Wahyu Fauzi Aziz, dan tim pengajar bimtek.
Munif Ma'nawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, "Kegiatan ini adalah yang ke-5 yang terbagi menjadi beberapa rombongan belajar yakni 17-19. Rombel 17 itu dari Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purbalingga. Romel 18 dari Kabupaten Banyumas. Rombel 19 dari Kabupaten Cilacap dan Kebumen dengan total peserta 124. Pesertanya ini adalah Kepala Madrasah dan Bendahara Madrasah," ungkap Munif.
"Tahun ini adalah bimtek terakhir. Kebanyakan pesertanya adalah madrasah baru. Ada 350 madrasah yang menjadi sasaran bimtek. Program ini adalah sebagai wujud program dari Menteri Agama yaitu digitalisasi Madrasah. Termasuk dalam hal ini pengelolaan madrasah secara digital atau secara elektronik, maka munculah EDM dan e-RKAM. Ke depan jika tidak melakukan EDM e-RKAM ini, maka tidak mendapatkan dana Bos. Yang dikelola ini adalah dana Bos ataupun anggaran dari madrasah harus melalui EDM e-RKAM," jelas Munif lebih lanjut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin melalui Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Muhammad Wahyu Fauzi Aziz dalam sambutan serta pembinaannya menyampaikan, "Kegiatan bimtek ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas di tahun 2045. Perlu langkah sinergitas, perlu langkah bersama khususnya dari Kepala Madrasah para guru semuanya. Bagaimana nantinya menciptakan generasi-generasi siswa-siswi yang betul-betul berkualitas. Siswa-siswi yang dalam satu sisi menguasai ilmu pengetahuan, disatu sisi menguasai ilmu agama, ini dalam rangka menyiapkan Indonesia Emas Tahun 2045 mendatang."
"Sekarang serba digitalisasi adalah program Kementerian Agama. Peserta akan dididik oleh tim bagaimana mengaplikasikan konsep-konsep aplikasi yang sudah ada, terkait anggaran melalui aplikasi yang terstruktur, maka ikuti acara ini dengan baik. Kami juga berpesan, ada peran penting dari madrasah, peran penting dari para guru untuk selalu berkolaborasi. Di tahun 2045 Indonesia harus mengambil alih percaturan global, mengambil alih kepemimpinan di dunia ini perlu langkah kita bersama. "
"Melalui tagline yang terbaru yakni madrasah maju, madrasah bermutu, madrasah mendunia ini dalam rangka mendukung Indonesia Emas. Ada hal tekhnis yang perlu bapak ibu lakukan. Pertama, kuasai kemajuan teknologi, kuasai digitalisasi, tingkatkan terus SDM bapak ibu semuanya. Generasi Z ini luar biasa mereka mampu belajar secara mandiri. Yang kedua kami mohon ada team work yang kuat dan solid di internal madrasah. Karena untuk mencapai visi misi ini diperlukan team work yang kuat dan solid. Sebagai kepala madrasah harus bisa mengayomi mengarahkan para guru untuk mencapai tujuan madrasah."
"Ketiga yang harus dilakukan adalah perluas network atau jaringan. Khususnya jaringan yang dibentuk oleh kepala madrasah dalam rangka untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada didalam madrasah. Potensi-potensi siswa terkait juga perlombaan yang diikuti oleh para siswa agar biasa juara. Termasuk networking lulusan putra putri bapak ibu agar terus melanjutkan ke jenjang berikutnya. Harus ada langkah konkrit. Yang keempat adalah inovasi. Inovasi teknologi dan inovasi dalam mengajar. Silahkan bapak ibu guru Fastabiqul Khoirot berlomba-lomba dalam kebaikan. Ini dalam rangka meningkatkan mutu madrasah. Inovasi salah satunya adalah digitalisasi EDM e-RKAM penganggaran dan lain sebagainya."
"Guru harus memberikan pemberdayaan kepada para siswa mengembangkan skill kemampuan sesuai bakat minatnya. Pembentukan karakter juga tidak kalah penting bagi anak didik kita. Ini dibentuk dari guru yang menjadi suri tauladan anak didiknya. Fungsi edukasi, fungsi powering, ada fungsi advokasi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan."
"Manfaatkan moment bimtek ini dengan baik agar nantinya madrasah yang bapak ibu pimpin, menjadi madrasah yang semakin maju, madrasah yang bermutu serta mendunia," pungkas Fauzi. (jul)
