Edukasi Generasi Muda, Penyuluh Gelar Program BRUS di SMK Sriwijaya Bahas Pendewasaan Usia Perkawinan dalam Pandangan Islam
Oleh Pokjaluh
Banyumas – Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon terus berkomitmen membentengi generasi muda dari risiko pernikahan dini melalui pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kali ini, kegiatan sosialisasi dipusatkan di SMK Sriwijaya Wangon dengan mengusung tema Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) ditinjau dari sudut pandang ajaran Islam dan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh puluhan siswa-siswi yang siap menyerap edukasi penting mengenai masa depan mereka. Jumat (18/09)
Program BRUS hadir sebagai langkah preventif untuk memberikan wawasan menyeluruh kepada para pelajar mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental, finansial, dan agama sebelum memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Melalui pendekatan yang komunikatif, para peserta diajak memahami bahwa masa remaja merupakan fase krusial untuk menuntut ilmu, mengasah potensi diri, serta merencanakan masa depan yang matang.
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon sekaligus pemateri kegiatan, Joharulloh, menegaskan bahwa Islam sangat memperhatikan kesiapan mental dan spiritual dalam membina rumah tangga. "Dalam pandangan Islam, pernikahan adalah ikatan yang kokoh dan membutuhkan kematangan (istitha'ah), baik secara fisik, ekonomi, maupun agama. Melalui edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan ini, kami ingin adik-adik di SMK Sriwijaya memahami bahwa menunda usia pernikahan hingga matang adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesucian dan keutuhan keluarga di masa depan," jelas Joharulloh saat memaparkan materi di hadapan para siswa.
Suasana bimbingan berlangsung secara interaktif dan dinamis, diisi dengan sesi diskusi kelompok serta tanya jawab seputar dinamika remaja, bahaya pergaulan bebas, dan dampak negatif pernikahan anak. Para pelajar diajak untuk berpikir kritis dalam menentukan prioritas hidup agar tidak tergesa-gesa mengambil keputusan besar dalam hidup tanpa perencanaan yang matang. (jhr)
Salah satu siswa peserta BRUS, Ayu, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan pembekalan ini karena mendapatkan sudut pandang baru yang sangat bermanfaat. "Materi yang disampaikan Pak Joharulloh membuka wawasan kami bahwa Islam sangat menganjurkan kita untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum menikah. Setelah ikut acara ini, saya dan teman-teman makin termotivasi untuk fokus belajar, meraih cita-cita terlebih dahulu, dan merencanakan masa depan dengan lebih matang," ungkap Ayu usai mengikuti kegiatan.
