El Madani Ngaji Pasanan 1447 H: Tradisi Ramadhan untuk Perdalam Ilmu Keislaman

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H, MTs, SMA dan Pondok Pesantren El Madani menyelenggarakan kegiatan Ngaji Kitab Pasanan yang diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan pesantren yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman santri terhadap ilmu-ilmu keislaman melalui kajian kitab kuning. Kamis (19/02)

Ngaji Kitab Pasanan dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadhan, baik pada waktu pagi, siang, maupun setelah salat Tarawih. Kitab-kitab yang dikaji meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti fiqih, tauhid, akhlak, tafsir, dan hadis, yang disampaikan langsung oleh para kiai dan ustaz pesantren.

Kepala SMA Pesantren El Madani Imam Sangidun menyampaikan bahwa Ngaji Kitab Pasanan yang di mulai hari ini (19/2) merupakan kolaborasi antara kurikulum Pesantren dan MTs maupun SMA Pesantren El Madani yang di bawah naungan Yayasan Nurul Iman ini. 

" Ngaji Pasanan ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri agar memiliki pemahaman agama yang mendalam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain menambah wawasan keilmuan, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, kesungguhan belajar, dan adab dalam menuntut ilmu". Ungkapnya dengan penuh semangat 
Kordinator Program Takhosus MTs Pesantren El Madani Chariri Shofa  menyampaikan bahwa kitab yang di kaji pada

Ramadhan sekarang ada 21 kitab dari berbagai disiplin ilmu.
"Selain ngaji kitab pasanan, para santri juga di target untuk mengkhatamkan Al Qur'an minimal satu kali pada Ramadan ini, sehingga nanti pada malam 23 Ramadhan kita bisa khataman bersama seluruh kitab dan khotmil Qur'an". Ungkap alumni Ponpes Lirboyo 

Wilda panggilan Murid MTs Pesantren El Madani kelas 7 asal Blitar mengaku sangat senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya Ngaji Kitab Pasanan, karena materi yang disampaikan lebih  fokus.

Suasana Ramadhan yang penuh keberkahan semakin menambah semangat santri dalam mengikuti setiap sesi pengajian.
Dengan terselenggaranya Ngaji Kitab Pasanan 1447 H, diharapkan para santri tidak hanya memperoleh ilmu secara tekstual, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam ajaran Islam, sehingga menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.