Empat Kebangkitan Madrasah yang Perlu Diistiqomahkan

Oleh Seksi Penma
SHARE

BANYUMAS - Hari Kebangkitan Nasional ke-116 tahun 2024 dijadikan momentum sakral oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Dengan mengusung tema Kemenag Banyumas Bangkit Untuk Umat, Seksi Pendidikan Madrasah mengajak kepada semua stakeholder madrasah untuk ikut bangkit dalam Empat Kebangkitan Madrasah. "Ada empat kebangkitan madrasah yang harus diterapkan agar madrasah semakin maju, bermutu dan mendunia", tegas Plt Kasi Penma, M. Wahyu Fauzi Aziz disela-sela pameran, senin (20/5). Empat Kebangkitan Madrasah ini memang bukanlah hal baru, namun kami usung agar madrasah semakin yakin dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, imbuhnya. 

Pertama, Kebangkitan Tata Kelola Perencanaan dan Penganggaran Madrasah. Pengelolaan madrasah yang tren saat ini adalah pengelolaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh kepala madrasah, guru, tendik, orang tua, komite bahkan siswa yang tergabung dalam Tim Penjamin Mutu Madrasah. Tim ini bertugas mengevaluasi kinerja madrasah dalam kurun satu tahun sebelumnya serta merekomendasikan program dan kegiatan untuk tahun berikutnya baik untuk memperbaiki, meningkatkan maupun mempertahankan kondisi yang sudah ada. Tata kelola ini oleh Kementerian Agama telah diatur melalui platform EDM eRKAM. "Untuk itu penggunaan platform yang sudah mulai 2020 ini harus terus istiqomah dilaksanakan, agar tata kelola madrasah semakin baik", papar Fauzi.

Kedua adalah Kebangkitan Sistem Penilaian Hasil Belajar melalui Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia atau AKMI. Asesmen merupakan instrumen untuk mengetahui kondisi awal pemahaman peserta didik dalam suatu kompetensi. Dengan asesmen ini diharapkan guru dapat memetakan peserta didiknya dan mampu memfasilitasi proses pembelajaran sesuai karakteristik dan kemampuan peserta didiknya.  "Ini juga perlu istiqomah. Guru yang sering melakukan asesmen sebelum pembelajaran saya yakin dia akan mampu menyiapkan pembelajarannya sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran. Dan goal nya adalah peningkatan mutu pendidikan", harapnya.

Fauzi menjelaskan kebangkitan madrasah yang ketiga adalah Kebijakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan seperti Kepala Madrasah dan Pengawas. Pengembangan keprofesian guru, kepala madrasah dan pengawas juga menjadi bagian terpenting dalam upaya meningkatan kompetensi guru dalam pemahaman keilmuan tentang pembelajaran dan pendidikan terkini. Apalagi zaman saat ini sudah sangat berbeda dengan zaman masa kecil seorang guru. Di zaman serba digital saat ini tentu perlu pengembangan model-model pembelajaran. Sedangkan bagi kepala madrasah dan pengawas juga diberi pelatihan tentang bagaimana mensupervisi pembelajaran dan tindak lanjut hasil supervisi. "Supervisi harus istiqomah, karena dengan supervisi kita mampu mengendalikan mutu pembelajaran", ungkap Fauzi. 

Kebangkitan yang terakhir adalah kebangkitan Sistem Pendataan Madrasah melalui EMIS. Kita tahu bahwa segala kebijakan pemerintah sangat bergantung pada data yang kita sajikan. Jika data tidak valid, maka akan menghasilkan kebijakan yang tidak efisien dan bahkan bisa jadi terjadi kebocoran anggaran pemerintah. "Untuk itu kami mohon setiap madrasah untuk selalu komitmen dan istiqomah dalam mengisi data baik EMIS maupun pendataan lainnya", pungkasnya. (akw)