Empat Kompetensi Tenaga Kependidikan
Oleh HUMAS
Purwokerto - "Setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki seorang tenaga kependidikan, mulai dari kompetensi pribadi, kompetensi sosial, kompetensi teknis dan kompetensi manajerial", ujar Kaur TU MAN 2 Banyumas, Aji Kuswanto mewakili kepala madrasah saat melepas mahasiswa PPL Prodi Manajemen Pendidikan Islam UIN Syaifudin Zuhri Purwokerto. Kamis (12/02).
Menurut Aji, kompetensi pribadi adalah kompetensi paling utama yang harus dimiliki tendik. Kompetensi pribadi itu adalah kemampuan yang berkaitan dengan integritas dan sikap profesional. Indikatornya jujur, amanah, disiplin, tanggung jawab, berakhlak mulia, dan memiliki kestabilan emosional. "Singkatnya, kompetensi pribadi ini adalah karakter dan _value_ ", paparnya.
Kompetensi berikutnya yang perlu dimiliki adalah kompetensi sosial. Yaitu kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi dengan warga madrasah dan juga masyarakat. "Harus bisa komunikatif, santun, mampu bekerjasama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat", tutur Aji.
Kompetensi yang ketiga, lanjut Aji, adalah kompetensi teknis. Setiap tendik harus mampu menguasai administrasi, mengelola data, menguasai teknologi informasi dan menyusun laporan. "Di zaman sekarang, AI sangat membantu pekerjaan. Maka belajar teknologi itu menjadi penting bagi tendik", tambahnya.
Kompetensi terakhir adalah kompetensi manajerial, yaitu kemampuan mengelola dan mengkoordinasikan pekerjaan mulai dari perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kerja. "Manajerial ini perlu dikaji lebih jauh dan lebih mendalam bagi mahasiswa sebagai bekal ketika bekerja kelak. Maka silahkan setelah PPL ini adik-adik mahasiswa kembali ke MAN 2 Banyumas untuk melakukan penelitian skripsi yang berkaitan dengan manajemen. Ada banyak objek penelitian, mulai dari manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen humas, manajemen sarpras hingga strategi PPDB dan lain sebagainya", jelas Aji.
Senada dengan Kaur TU, Dosen Pembimbing Mahasiswa PPL, Shofia Nur, menegaskan bahwa mahasiswa MPI memang disiapkan menjadi tenaga kependidikan, maka perlu belajar banyak bagaimana mengelola sekolah atau madrasah. "AI boleh digunakan untuk membantu pekerjaan dan jangan sampai AI mempengaruhi karakter. Integritas merupakan kunci sukses bekerja dimanapun berada", tegas Shofi.
