Esensi Bimluh di MT Nurul Huda : Meneladani Kelembutan, Kesederhanaan dan Kerendahan Hati Rasulullah SAW
Jatilawang – Kemuliaan seseorang tidak diukur dari tingginya kedudukan, banyaknya harta, ataupun luasnya kekuasaan, melainkan dari keluhuran akhlak dan kerendahan hatinya. Pesan penuh makna tersebut disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama di Majelis Taklim (MT) Nurul Huda melalui materi “Meneladani Kerendahan Hati Rasulullah SAW.” Senin (02/11)
Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah menguraikan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan sempurna dalam ketawadhuan. Meski memiliki kedudukan paling mulia, beliau tidak pernah membanggakan diri, meremehkan orang lain, ataupun menjadikan kehormatan sebagai alasan untuk bersikap angkuh. Justru kelembutan tutur kata, kesederhanaan hidup, dan kasih sayangnya kepada sesama menjadi cermin kemuliaan akhlak beliau.
Ia mengajak jamaah membumikan keteladanan tersebut melalui perilaku sederhana, seperti menghormati orang lain, tidak merasa paling benar, bersedia menerima nasihat, tidak membanggakan kelebihan diri, serta tetap santun kepada siapa pun tanpa memandang status sosial.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kesombongan dapat menjauhkan manusia dari sesama, sedangkan kerendahan hati membuka pintu persaudaraan dan menumbuhkan kasih sayang. Sebab, semakin tinggi ilmu dan kedudukan seseorang, semestinya semakin lembut pula hatinya.
Melalui bimbingan ini, Muhammad Taubah berharap jamaah MT Nurul Huda tidak hanya mengenal kemuliaan akhlak Rasulullah SAW melalui kisah-kisah keteladanan, tetapi juga menghadirkannya dalam kehidupan nyata.
Sebab, mahkota kemuliaan tidak terletak di atas kepala, melainkan bersemayam di dalam hati. Semakin seseorang mampu merendahkan hati di hadapan sesama, semakin indah akhlaknya dalam pandangan Allah SWT.
