Gas Profesional! Pengawas UM Siap All Out, GTK Upgrade Skill lewat MOOC Pintar

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Suasana pagi di madrasah terasa khidmat dan penuh semangat saat seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) berkumpul untuk mengikuti arahan sebelum melaksanakan tugas pengawasan Ujian Madrasah. Kegiatan diawali dengan doa bersama, memohon kelancaran, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah yang diemban. Kekhusyukan yang tercipta menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang dijalankan tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral dalam dunia pendidikan. Kamis (23/04)

Kepala Madrasah, H. Sudir, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga profesionalitas selama proses pengawasan ujian berlangsung. Beliau mengingatkan agar seluruh pengawas menjalankan tugas dengan penuh integritas, ketelitian, serta sikap adil kepada seluruh peserta didik. Tidak hanya memastikan ketertiban, tetapi juga menciptakan suasana ujian yang kondusif, sehingga siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang dan maksimal.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya ketegasan yang dibarengi dengan pendekatan humanis. Pengawas diharapkan tidak hanya berperan sebagai penjaga aturan, tetapi juga sebagai pendidik yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa. Dengan demikian, pelaksanaan Ujian Madrasah tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai karakter yang selama ini ditanamkan di madrasah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Laely Mahmudah, menyampaikan informasi penting terkait keikutsertaan GTK dalam program MOOC Pintar yang akan berlangsung pada bulan ini. Program tersebut memiliki beban belajar sebesar 50 JP dan menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan pelatihan MOOC pada periode sebelumnya. Hal ini menjadi peluang bagi GTK untuk terus meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

Salah satu hal menarik dalam pelaksanaan MOOC kali ini adalah adanya “Diary Petualangan Cinta” yang menjadi bagian dari proses pembelajaran. Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih reflektif, bermakna, dan menyentuh aspek emosional peserta. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para GTK tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai positif dalam praktik pembelajaran di kelas.

Dengan adanya arahan pagi dan informasi pengembangan kompetensi ini, diharapkan seluruh GTK dapat menjalankan peran secara optimal, baik sebagai pengawas ujian maupun sebagai pendidik profesional yang terus berkembang. Sinergi antara pelaksanaan tugas yang disiplin dan peningkatan kualitas diri menjadi kunci dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan peserta didik dan madrasah secara keseluruhan.(HumasMTsN3)