HUT RI #81

Gelorakan Cinta Rasul, MT Yanbua Al-Istiqomah Karangcegak Peringati Maulid Nabi

Oleh HUMAS
SHARE

Sumbang – Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, MT Yanbu’a Al-Istiqomah Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jumat (28/08)

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–15.00 WIB tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumbang, Alfiatun, dan Seviana Kholifah. Kegiatan berlangsung dengan suasana religius dan penuh kekhidmatan, diikuti oleh jamaah Majelis Taklim Yanbu’a Al-Istiqomah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji. Pembacaan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Maulid Nabi sebagai bentuk ungkapan kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana untuk mengenang perjalanan hidup dan keteladanan beliau.

Setelah pembacaan Al-Barzanji, kegiatan dilanjutkan dengan kajian keagamaan dengan tema “Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.” Dalam kajian tersebut disampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW, menumbuhkan kecintaan kepada beliau, serta meneladani akhlak dan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Para peserta diajak untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas keimanan, khususnya dengan menerapkan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, amanah, dan kepedulian terhadap sesama.

Penyuluh Agama Islam juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan sunnah beliau. Sebab, Rasulullah SAW merupakan uswatun hasanah, teladan terbaik bagi umat Islam sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab ayat 21.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan jamaah MT Yanbu’a Al-Istiqomah tidak hanya semakin memahami sejarah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, mempererat ukhuwah antarjamaah, serta meningkatkan semangat dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.