Grand Launching HAB Kemenag Ke-78 Tahun 2024

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (Humas) - Bertempat di D'garden Resto, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Grand Launching HAB Kemenag Ke-78 Tahun 2024 serta Deklarasi Madrasah Serasa Wali Bersinar pada Senin, (20/11/2023)

Acara dihadiri 280 peserta dari pengawas madrasah, kepala MI/MTs/MA se-Kabupaten Banyumas ini dihadiri pula oleh Ibnu Asaddudin Kepala Kankemenag Banyumas, Edi Sungkowo Kasi Pendma,  Polresta Banyumas Unit PPA Metri Zal Utami, Dinas PPKBP3A Kabupaten Banyumas Munadi, Dinas Lingkungan Hidup Sigit Pribowo, BNN Kabupaten Banyumas Wicky Sri Erlangga dan FKUB Wahyu Fauzi Aziz.

Edi Sungkowo selaku ketua panitia penyelenggara acara dalam sambutannya mengatakan, "sejak bulan Januari sampai September 2023, setidaknya ada puluhan kasus kenakalan remaja yang ditangani Polresta Banyumas. Adapun bentuk dari kenakalan remaja itu, mulai dari kasus geng motor, kasus seksual dan narkoba. Rinciannya sebanyak 7 kasus geng motor, 20 kasus seksual, dan 9 kasus narkoba. Polresta juga melakukan penyitaan terhadap sebanyak 2.089 kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas berupa knalpot brong."

"Dalam menangani kasus kenakalan remaja, selama ini pihak Polresta Banyumas lebih banyak mengedepankan restorative justice yaitu semua pihak yang berkepentingan dalam pelanggaran bertemu bersama untuk menyelesaikan secara bersama-sama bagaimana menyelesaikan akibat dari pelanggaran tersebut demi kepentingan masa depan."

"Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas sebagai instansi yang membawahi dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Banyumas sangat penting untuk berpartisipasi aktif mencegah kenakalan pada anak sekolah tersebut." ujarnya

Dalam akhir sambutannya Edi Sungkowo menambahkan, "madrasah Serasa Wali Bersinar juga memiliki arti agar peserta didik madrasah dapat meneladani perilaku para wali atau kekasih Alloh SWT yang senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh SWT, memiliki hati yang bersih, dermawan dalam urusan dunia, suci dan benar dalam perkataan  dan perbuatan, rendah hati, sabar dan tabah dalam menghadapi kesulitan/ujian."

Sementara itu Ibnu Asaddudin, selaku Kepala Kankemenag Banyumas dihadapan ratusan peserta yang hadir menyampaikan bahwa menjelang 2024 begitu banyak kasus kenakalan remaja marak terjadi di madrasah, sedangkan jam kerja kita terbatas untuk mengawasi mereka.

"Ditahun 2024 ini madrasah harus mulai memanage diri, karena kita selalu dipantau dan menjadi teladan bagi yang lain. Paling tidak kita harus menjadi yang terbaik bagi yang lain. Kementerian agama memiliki kekuatan besar."

"Maka dari itu saya meminta kepada PGRI untuk membentuk PGRI cabang khusus di Kementerian Agama. Agar kendala-kendala yang ada di lapangan bisa kita hadapi bersama. Mari kita menjadi inspirasi bagi semuanya sehingga tadi di launching HAB Kemenag tadi ada beberapa lomba, yang lomba tadi bukan sekedar untuk foya-foya tetapi ada karya yang ditinggal, dimana saat ini  perlombaan sudah berbasis online."

"Terakhir saya sampaikan, mari kita terus kembangkan potensi-potensi yang ada. Dari Banyumas Menginspirasi Indonesia," pungkas Ibnu. (jul/yud)