Gus Umam Rangkul Generasi Muda di Tengah Tantangan Medsos
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Dalam era digital yang semakin maju, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Namun, di balik kemudahan berkomunikasi dan berbagi informasi, terdapat berbagai tantangan negatif yang mengintai. Gus Umam, atau yang dikenal dengan Wafiqul Umam, seorang Da’i muda sekaligus Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen, mengambil peran penting dalam merangkul generasi muda menghadapi realitas ini. Jumat (24/04)
Pada Selasa malam, 22 April 2026, pukul 20.00 WIB, di kediamannya di Desa Sidamulya, Gus Umam menyampaikan sebuah ceramah penuh makna. Ia menegaskan pentingnya filter ketat dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, generasi muda harus lebih waspada dan selektif dalam berselancar di dunia maya. Banyak pengaruh negatif yang bisa menggoyahkan iman dan merusak karakter jika tidak ditangani dengan bijak.
Gus Umam menekankan bahwa pentingnya merangkul generasi muda bukan hanya sekadar memberi nasihat, tetapi juga membimbing mereka agar mampu beradaptasi dan tetap kokoh dalam nilai-nilai agama. Santri-santri yang ia dampingi diajarkan untuk selalu menjaga hati dan pikiran dari godaan konten negatif yang bertebaran di media sosial.
Dengan pendekatan yang energik dan penuh perhatian, Gus Umam berhasil membuka ruang dialog yang membuat para pemuda merasa dihargai dan didengarkan. Ini bukan hanya tentang larangan, melainkan sebuah upaya membangun kesadaran kritis dalam menggunakan teknologi secara bijaksana. Dakwahnya menjadi jembatan penting antara agama dan kehidupan modern.
Melalui langkah positif ini, Gus Umam mengingatkan kita semua bahwa merangkul generasi muda adalah kunci keberhasilan dalam membentengi mereka dari arus negatif dunia maya. Media sosial tidak harus menjadi momok, tetapi bisa menjadi sarana dakwah dan penyebaran kebaikan apabila dikelola dengan benar dan hati-hati. (*)
