Hangat di Kaki Slamet, DWP MAN 1 Banyumas Pererat Silaturahmi
Oleh MAN 1 Banyumas
Banyumas – Suasana berbeda terasa dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 1 Banyumas. Tidak seperti biasanya yang dilaksanakan di lingkungan madrasah, kali ini pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban di RM Pangiuban, Baturraden, dengan latar sejuk kawasan lereng Gunung Slamet. Sabtu (07/02)
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala MAN 1 Banyumas Muslimin Winoto, selaku pembina DWP, Ketua DWP MAN 1 Banyumas Faizah Muslimin Winoto, serta seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan MAN 1 Banyumas.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan antar-anggota, sekaligus menjadi ruang refleksi peran strategis DWP dalam mendukung kemajuan madrasah dan pengembangan diri anggotanya.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Banyumas menghimbau agar seluruh anggota DWP turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Penerimaan Murid Baru (PMB) Madrasah. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga besar madrasah dalam membangun citra positif lembaga demi memperoleh murid-murid yang berkualitas, unggul, dan berkarakter.
Sementara itu, Ketua DWP MAN 1 Banyumas, Faizah Muslimin Winoto, menyampaikan bahwa keikutsertaan anggota dalam setiap kegiatan DWP hendaknya dimaknai sebagai bentuk kontribusi nyata, baik untuk pengembangan diri, organisasi Dharma Wanita, maupun untuk MAN 1 Banyumas. Ia menegaskan bahwa seluruh ikhtiar tersebut merupakan ladang ibadah atas nafkah dan amanah yang telah diterima.
“Terima kasih kepada seluruh anggota yang hari ini dapat hadir. Bagi yang belum berkesempatan, semoga pada pertemuan selanjutnya bisa bergabung bersama,” tuturnya.
Acara semakin meriah dengan digelarnya lomba sambung lagu yang memancing gelak tawa dan antusiasme peserta. Kekompakan dan keakraban juga tampak dalam sesi pengocokan arisan serta pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan DWP MAN 1 Banyumas semakin solid, harmonis, dan mampu berperan aktif sebagai mitra strategis madrasah, sekaligus menjadi wadah pemberdayaan perempuan yang produktif, inspiratif, dan penuh keberkahan. (hms)
