Hiasi Harimu dengan Dzikir Ramadhan, Rengkuh Ridho dengan Membaca Al-Quran

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Majelis Taklim Nurul Qur’an kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan rutin, dengan mengangkat tema penting yaitu pemberantasan buta aksara Al?Qur’an. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata pemberdayaan literasi Al?Qur’an di tengah masyarakat, terutama bagi ibu?ibu jamaah majelis taklim. Selasa (24/02)

Sebanyak 15 peserta hadir dengan penuh semangat. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan ketika seluruh jamaah membuka rangkaian acara dengan membaca Al?Qur’an bersama?sama. Suasana khusyuk tercipta saat ayat?ayat suci dilantunkan bergiliran. Setelah itu, setiap peserta diminta membaca secara tartil, disimak bersama oleh seluruh jamaah. Metode ini membuat suasana belajar menjadi lebih hidup, saling menguatkan, dan memberi ruang bagi setiap peserta untuk memperbaiki kualitas bacaannya.

Pada sesi berikutnya, Penyuluh Agama Islam, Seviana Kholifah, memberikan materi kultum singkat terkait dzikir?dzikir di bulan Ramadhan, termasuk di dalamnya doa yang sangat dianjurkan: permohonan surga dan perlindungan dari neraka. Penyampaian yang lugas dan menyentuh membuat jamaah dapat memahami makna dzikir sekaligus urgensi memperbaiki hubungan spiritual di bulan suci.

Setelah kultum, peserta melanjutkan pembelajaran dengan metode sorogan, di mana ibu?ibu maju satu per satu sesuai capaian juz masing?masing. Sorogan dilakukan secara bin nadzri, yaitu membaca langsung dari mushaf sambil dikoreksi oleh pembimbing. Metode ini dipilih untuk memperkuat ketelitian, ketepatan tajwid, dan kelancaran baca Al?Qur’an secara personal.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi bukti bahwa Majelis Taklim Nurul Qur’an berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang serius, terukur, dan terbuka bagi seluruh jamaah. Upaya pemberantasan buta aksara Al?Qur’an bukan hanya slogan, tetapi benar?benar diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan dan metode yang tepat sasaran.