Inovatif! Siswa RA Diponegoro 4 Tambaksari Belajar Siklus dan Penyaringan Air Bersama Pengawas

Oleh HUMAS
SHARE

Kembaran – RA Diponegoro 4 Tambaksari, Kecamatan Kembaran, menjadi ruang belajar yang penuh semangat dan inspiratif. Madrasah yang mendidik total 84 siswa ini menggelar kegiatan supervisi pembelajaran interaktif di Kelas B Usman bersama ibu Maryamatul Imaniyah selaku Kepala RA Diponegoro 4 Tambaksari. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Siti Nurkhasanah selaku Pengawas RA Kembaran dan Sumbang yang memantau langsung jalannya inovasi pembelajaran di kelas tersebut. Senin (18/05)

Di bawah bimbingan guru kelas B Usman, Lutiyati Fitriyah, para peserta didik diajak untuk menyelami materi tentang "Manfaat Air". Pembelajaran dirancang secara kontekstual dan rekreatif guna merangsang rasa ingin tahu anak-anak sejak dini.

Proses pembelajaran dimulai dengan pemanfaatan media digital. Lutiyati mengajak anak-anak menyaksikan video edukasi yang menarik mengenai siklus air dan berbagai manfaat air bagi kehidupan. Melalui tayangan visual ini, para siswa tampak fokus dan mulai memahami bagaimana air bekerja di bumi.

Tidak berhenti pada teori, keseruan memuncak saat anak-anak diajak melakukan implementasi nyata berupa eksperimen sains sederhana. Secara berkelompok, para peserta didik melakukan percobaan menyaring air kotor menjadi air jernih menggunakan bahan-bahan alami seperti kapas, arang, dan kerikil.

Suasana kelas seketika hidup. Antusiasme terpancar kuat dari wajah anak-anak yang bersemangat melakukan percobaan sembari belajar bekerja sama dengan teman-temannya. Melalui praktik langsung ini, konsep sains yang rumit berhasil disederhanakan dan diserap dengan gembira oleh siswa.

Kegiatan yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan sesi refleksi dua arah. Sesi ini melibatkan refleksi diri dari anak-anak kepada guru, serta refleksi mandiri oleh guru kelas sendiri.
Proses refleksi ini memegang peranan penting dalam proses evaluasi. Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana target pembelajaran hari itu telah tercapai, sekaligus memastikan bahwa esensi materi manfaat air dapat terinternalisasi dengan baik pada diri peserta didik.

Kehadiran Maryamatul Imaniyah, dalam supervisi ini memberikan penguatan bahwa pembelajaran yang berpusat pada anak (student-centered learning) melalui metode eksperimen terbukti efektif mendongkrak motorik, kognitif, dan karakter gotong royong anak sejak usia dini. (i'ah)