HUT RI #81

Integritas ASN KUA, Bukan Hanya Soal Absensi

K
KUA Wangon
30 Mar 2026
29x dibaca
SHARE

Banyumas - Penerapan integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di KUA Wangon kini dimaknai lebih dalam, tidak sekadar kepatuhan pada jam absen digital. Seluruh jajaran, mulai dari struktural, Penghulu, hingga Penyuluh Agama Islam, mulai menginternalisasi nilai-nilai kerja sebagai bagian dari ibadah ghairu mahdhah. Konsep ini memandang bahwa setiap pelayanan administrasi, bimbingan keagamaan, dan penyelesaian masalah umat adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan yang bernilai pahala setara dengan ibadah ritual. Senin (30/03/26)

Sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat kecamatan, ASN KUA Wangon memegang tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga kepercayaan publik. Penyuluh Agama Islam, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari korps ASN KUA, menjalankan peran krusial dalam mengedukasi masyarakat melalui bahasa agama yang menyejukkan. Sinergi antara ketertiban administrasi di kantor dan efektivitas penyuluhan di lapangan menjadi tolok ukur utama keberhasilan integritas yang mereka bangun bersama.

Budaya kerja ini menciptakan lingkungan kantor yang lebih harmonis dan penuh dedikasi, di mana setiap tugas diselesaikan dengan rasa syukur. Kedisiplinan bukan lagi dirasakan sebagai beban aturan, melainkan kebutuhan spiritual untuk memberikan yang terbaik bagi sesama. Dengan semangat ini, KUA Wangon berupaya meniadakan celah bagi tindakan yang mencederai marwah instansi, seperti pungutan liar atau penundaan layanan yang tidak semestinya.

Husain, selaku CPNS Penghulu di KUA Wangon, mengungkapkan pandangannya mengenai adaptasi nilai integritas di lingkungan kerja barunya. Baginya, semangat melayani yang diterapkan oleh para senior di Wangon menjadi teladan bagi ASN muda untuk melihat pekerjaan sebagai sarana peningkatan kualitas diri dan keimanan.

"Bagi kami di KUA Wangon, integritas bukan hanya soal klik absens di aplikasi Pusaka, tapi soal bagaimana setiap prosesi akad nikah atau konsultasi warga diniatkan sebagai ibadah. Sebagai CPNS, saya belajar bahwa melayani masyarakat dengan tulus adalah wujud syukur atas amanah negara yang kami emban. Kami ingin setiap langkah kerja kami di sini tercatat sebagai kebaikan," ujar Husain di sela kesibukannya.

Melalui penguatan mentalitas ibadah ini, KUA Wangon optimistis dapat terus meningkatkan indeks kepuasan masyarakat. Integritas yang bersumber dari keyakinan religius terbukti lebih kokoh dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan birokrasi. Dengan demikian, KUA Wangon tidak hanya menjadi pusat layanan dokumen, tetapi juga menjadi oase keteladanan bagi penerapan nilai-nilai luhur ASN di tengah masyarakat. (jhr)