HUT RI #81

Istiqamah Membumikan Al-Quraan, Penyuluh KUA Sokaraja Gelar Yasin dan Tahlil Rutin Setiap Malam Jumat di Desa Binaan

KUA Sokaraja
KUA Sokaraja
09 Okt 2026
7x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 09-10-2026 12:25
SHARE

Sokaraja  — Dalam upaya memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Akhmad Arifudin, secara rutin membimbing kegiatan pembacaan Surah Yasin dan tahlil setiap malam Jumat bersama jamaah Majelis Ta’lim Mahabbatul Qur’an di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja. Jumat (09/10)

Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara istiqamah ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi umat, menghidupkan tradisi keagamaan yang positif, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

Bagi jamaah Majelis Ta’lim Mahabbatul Qur’an, kegiatan Yasin dan tahlil bukan sekadar rutinitas ibadah mingguan, melainkan juga menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat silaturahmi, menenangkan hati, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

Akhmad Arifudin menempatkan kegiatan majelis taklim sebagai bagian penting dari dakwah yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, penyuluh agama hadir bukan hanya untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi pendamping umat dalam membangun kebiasaan ibadah dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ayat tersebut mengingatkan bahwa zikir dan mengingat Allah merupakan jalan untuk merawat ketenangan hati di tengah berbagai tantangan kehidupan. Melalui kegiatan Yasin dan tahlil, jamaah diajak membiasakan diri mengisi waktu dengan aktivitas yang bernilai ibadah, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan sikap saling mengingatkan dalam kebaikan.

Pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pesan hadis ini menjadi motivasi bagi jamaah agar senantiasa menjaga istiqamah dalam beribadah. Keberhasilan pembinaan keagamaan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan rutin setiap malam Jumat tersebut juga diharapkan mampu menjadi sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun lingkungan yang saling mendukung dalam kebaikan. Majelis taklim diharapkan tidak berhenti sebagai tempat berkumpul dan berzikir, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran Islam, pembinaan akhlak, dan penguatan karakter masyarakat.

Keberadaan Majelis Ta’lim Mahabbatul Qur’an di Desa Karangduren menjadi bagian dari ikhtiar membumikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui kegiatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, menjaga kerukunan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.