Istiqomah Pasca-Ramadhan: Syahdunya Talim dan Asmaul Husna di Mushola Kedung Santen
Oleh KUA SUMPIUH
Banyumas – Gemericik hujan deras yang mengguyur wilayah Selandaka tidak menyurutkan semangat para jamaah Majelis Ta’lim (MT) Padhang Ati Eling Kubur untuk berkumpul dan bersimpuh di Mushola Kedung Santen, Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh. Pertemuan rutin ini menjadi momentum hangat bagi warga untuk memperdalam spiritualitas meski di tengah cuaca yang dingin.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Laeli Najihah, selaku koordinator sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh. Dalam balutan suasana yang khidmat, rangkaian acara diawali dengan penyampaian kultum yang mengangkat tema krusial: "Meraih Predikat Taqwa Setelah Ramadhan Usai."
"Esensi dari ibadah puasa yang telah kita lalui bukan sekadar menahan lapar, melainkan bagaimana kita mampu mempertahankan ritme ibadah dan akhlak mulia tersebut di bulan-bulan berikutnya," ujar Laeli Najihah di hadapan para jamaah.
Usai siraman rohani, suasana Mushola Kedung Santen semakin syahdu saat lantunan mujahadah dan pembacaan kalimat thoyyibah mulai menggema. Suara dzikir para jamaah berpadu harmonis dengan suara rintik hujan yang kian menderu di luar, menciptakan atmosfer refleksi diri yang mendalam sesuai dengan nama majelis ini, Padhang Ati Eling Kubur (Hati yang Terang, Mengingat Kematian).
Sebagai pemungkas, seluruh jamaah bersama-sama melantunkan Asmaul Husna. Pembacaan nama-nama baik Allah ini menjadi penutup yang indah, membawa ketenangan batin sekaligus harapan agar keberkahan senantiasa turun mengiringi derasnya air hujan yang membasahi bumi Selandaka sore itu.
Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat tholabul 'ilmi (menuntut ilmu) dan silaturahmi tetap menjadi prioritas bagi jamaah MT. Padhang Ati Eling Kubur, terlepas dari tantangan cuaca yang ada.
