Jaga Diri, Jaga Pergaulan, Kejar Masa Depan! BRUS Resmi Dibuka di MTsN 3 Banyumas
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas — Pesan kuat tentang menjaga diri, menjaga pergaulan, dan mempersiapkan masa depan menggema dalam pembukaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs Negeri 3 Banyumas. Dimulai pukul 07.30 WIB, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membekali peserta didik dengan pondasi moral, pengetahuan, dan keterampilan menghadapi berbagai tantangan kehidupan sebagai remaja di era digital. Selasa (11/08)
BRUS merupakan program Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang dirancang untuk memberikan pembekalan kepada pelajar mengenai nilai moral, kesehatan reproduksi, perlindungan diri, serta kematangan dalam menghadapi kehidupan remaja. Program ini menjadi salah satu ikhtiar preventif untuk mencegah pernikahan dini dan pergaulan bebas sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Siti Robi'ah, dilanjutkan sambutan dan arahan Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, H. Sudir, S.Ag., M.S.I. Di hadapan para peserta, Kepala Madrasah menyampaikan pesan yang sederhana, tegas, namun sangat relevan dengan kehidupan remaja.
“Sekolah dulu, baru nikah.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa masa remaja seharusnya dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan diri, mengeksplorasi potensi, dan mempersiapkan masa depan. Pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, sementara peserta didik masih memiliki kesempatan panjang untuk melanjutkan pendidikan dan membangun kapasitas dirinya.
Kepala Madrasah juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan. “Berteman boleh, pacaran tidak. Jaga pergaulan,” pesannya. Peserta didik diajak memahami bahwa lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan masa depan. Karena itu, mereka harus mampu memilih teman, menjaga batas diri, serta tidak mudah terbawa arus pergaulan yang dapat merugikan.
Pesan berikutnya menyentuh hal yang sering dialami remaja ketika menghadapi persoalan. Kepala Madrasah mengingatkan agar peserta tidak memendam masalah sendirian dan tidak mencari tempat curhat yang keliru.
“Curhat ke tempat yang tepat, kepada guru BK atau orang tua,” pesannya.
Menurutnya, guru BK dan orang tua merupakan pihak yang dapat menjadi tempat untuk berdiskusi ketika peserta didik menghadapi persoalan, tekanan, kebingungan, maupun berbagai masalah dalam kehidupannya. Dengan komunikasi yang tepat, persoalan dapat dicari jalan keluarnya sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga menyampaikan terima kasih kepada Bimas Kementerian Agama atas terselenggaranya program BRUS di MTs Negeri 3 Banyumas. Kehadiran program ini dinilai sangat strategis karena generasi saat ini tumbuh sebagai generasi digital yang berhadapan dengan arus informasi dan pengaruh lingkungan yang semakin kompleks.
Selanjutnya, kegiatan BRUS dibuka oleh Bapak Lubab Habiburrahman. Dalam arahannya, ditegaskan bahwa peserta didik madrasah merupakan generasi digital sekaligus penerus generasi masa depan. Karena itu, mereka harus memiliki pondasi yang kuat agar mampu menyaring berbagai pengaruh yang datang dari lingkungan maupun dunia digital.
Peserta juga diajak untuk memahami pentingnya menunda perkawinan, melanjutkan pendidikan, mengeksplorasi potensi diri, serta mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya. Potensi yang dimiliki setiap peserta didik perlu terus digali dan dikembangkan karena dapat menjadi kekuatan untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Selain penguatan karakter dan perlindungan diri, peserta juga diingatkan untuk tetap fokus pada pendidikan, termasuk mempersiapkan Asesmen Nasional dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pembukaan BRUS akhirnya bukan sekadar seremoni. Ia menjadi titik awal sebuah pesan besar kepada para remaja MTs Negeri 3 Banyumas: jangan terburu-buru mengejar sesuatu yang belum waktunya, tetapi gunakan masa muda untuk belajar, bertumbuh, mengenali potensi, dan menyiapkan masa depan.
Jaga diri. Jaga pergaulan. Kejar masa depan. Karena masa depan yang cerah tidak lahir dari kebetulan, tetapi dari pilihan-pilihan baik yang dibuat sejak hari ini.(HumasMTsN3)
