Jaga Jempol, Jemput Pahala di Era Digital
Oleh HUMAS
Banyumas – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Besar Miftahul Huda Gumelar sore tadi. Ratusan anggota Muslimat PAC Gumelar berkumpul bukan sekadar untuk tadarus, melainkan untuk membekali diri menghadapi tantangan "puasa modern". Kamis (05/03)
Dalam rangkaian Safari Ramadhan kali ini, Penyuluh Agama KUA Gumelar, Maidatul Hasanah, hadir membawakan materi yang sangat relevan dan menggugah: "Bijak Bermedia Sosial Selama Ramadhan".
Dalam paparan yang segar dan penuh semangat, Ibu Maidatul Hasanah menekankan bahwa di era digital, ujian puasa tidak lagi hanya datang dari meja makan, melainkan dari layar smartphone.
"Ibu-ibu, pahala puasa kita jangan sampai bocor hanya karena jari kita lebih cepat mengetik daripada hati kita berpikir. Media sosial itu pisau bermata dua; bisa jadi ladang amal, atau justru jadi penggugur pahala," ujar Maidatul di hadapan jamaah.
Penyuluh yang dikenal akrab dengan jamaah ini membagikan tips praktis agar ibadah Ramadhan tetap terjaga di tengah gempuran informasi:
- Saring Sebelum Sharing: Pastikan berita yang disebar bukan hoaks atau konten yang memancing kegaduhan.
- Stop Ghibah Online: Menghindari komentar negatif atau bergunjing di grup WhatsApp dan media sosial lainnya.
- Optimalisasi Konten Kebaikan: Menggunakan status atau kiriman untuk menyebarkan doa, ayat suci, atau ajakan berbuat baik.
Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Besar Miftahul Huda ini berlangsung interaktif. Banyak anggota Muslimat yang menyadari bahwa terkadang tanpa sengaja, waktu berharga di bulan Ramadhan habis hanya untuk scrolling media sosial yang kurang bermanfaat.
Dengan adanya edukasi dari KUA Gumelar ini, diharapkan para ibu Muslimat dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan digital yang sejuk, damai, dan penuh keberkahan selama bulan suci.
