Jamaah MT Nur Rahmah Somakaton Dalami Fawatihussuwar Bersama Penyuluh KUA

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede  – Suasana khidmat menyelimuti Mushala Nur Rahmah, Desa Somakaton. Di bawah bimbingan Yasaroh, Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, para jamaah Majelis Ta’lim (MT) Nur Rahmah tampak antusias mengikuti sesi pendalaman baca Al-Qur’an yang berfokus pada bab Fawatihussuwar. Senin (25/05)

Fawatihussuwar—atau huruf-huruf pembuka surah seperti Alif Lam Mim, Ha Mim, hingga Kaaf Haa Ya ‘Aiin Shaad—memang memiliki keunikan tersendiri. Bagi sebagian jamaah, melafalkan huruf-huruf ini dengan panjang (mad) dan tajwid yang tepat bukanlah perkara mudah.

Beberapa jamaah mengaku masih sering tertukar durasi ketukannya atau ragu dalam cara pelafalannya. Namun, kendala teknis tersebut tidak menyurutkan semangat ibu-ibu jamaah untuk terus mencoba.

Menanggapi kesulitan yang dialami jamaah, Yasaroh memberikan motivasi dengan pendekatan yang hangat. Ia meyakini bahwa kunci utama menguasai Al-Qur’an bukanlah kecepatan, melainkan konsistensi. "Memang butuh ketelitian ekstra untuk bab ini, tapi ingat pepatah: Bisa karena terbiasa. Dengan sering diulang (takarur) dan terus didampingi, saya yakin jamaah akan fasih dan paham dengan sendirinya," ujar Yasaroh optimis.

Tujuan utama dari bimbingan rutin ini adalah agar jamaah tidak sekadar membaca, tetapi mampu mencapai standar tartil. Melalui metode pengulangan yang sabar, diharapkan:

  • Jamaah lebih percaya diri saat tadarus.

  • Ketepatan makhraj (tempat keluarnya huruf) semakin terjaga.

  • Irama dan hukum tajwid teraplikasi dengan benar.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar setiap tetesan keringat dalam belajar Al-Qur’an menjadi berkah bagi warga Somakaton. Semangat para jamaah ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus memperbaiki kualitas ibadah. 

Sumber Berita Yasaroh, SPd.

Editor Nuryati,S.H