Jemput Lailatul Qadar, Penyuluh Kupas Keutamaan Iktikaf
Oleh KUA Purwokerto Barat
Banyumas – Memasuki fase krusial di bulan Ramadan 1447 H, semangat ibadah warga Rejasari terus dipompa. Musholla Al-Hidayah Rejasari menjadi saksi digelarnya Kuliah Shubuh bertajuk keutamaan I’tikaf yang disampaikan oleh Iswanto, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat. Kamis (12/03)
Dalam tausiyahnya di hadapan jama'ah yang memadati ruang utama musholla, Iswanto menekankan bahwa i’tikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, melainkan sebuah upaya "menepi" dari hiruk-pikuk dunia untuk fokus mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Ada beberapa poin penting yang disampaikan Iswanto terkait urgensi i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan yakni Meneladani Sunnah Rasul, ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan i’tikaf di sepuluh malam terakhir sebagai ikhtiar terbaik meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. Kemudian sebagai sarana muhasabah, dimana I’tikaf menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri atas amal ibadah yang dilakukan selama setahun terakhir.
"I’tikaf adalah cara kita 'mengetuk pintu langit' secara intensif. Jangan sampai kesibukan mempersiapkan Idul Fitri justru membuat kita kehilangan inti dari akhir Ramadan itu sendiri," ujar Iswanto dengan lugas.
Kegiatan yang dimulai tepat setelah salat Shubuh berjama'ah ini, diikuti dengan antusias oleh segenap jama'ah.
Ketua Takmir Musholla Al-Hidayah menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Penyuluh Agama dari KUA. Menurutnya, bimbingan langsung seperti ini sangat dibutuhkan agar pemahaman agama masyarakat semakin mendalam dan terarah. (is)
