HUT RI #81

Kajian Adabul Alim wal Mutaallim Bekali Penyuluh KUA Jatilawang tentang Adab Atur Pola Makan

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali melaksanakan kajian rutin kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kajian yang dilaksanakan setiap Kamis pagi tersebut menjadi sarana untuk menambah wawasan keilmuan sekaligus memperkuat bekal para Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kamis (17/09)

Pada kajian kali ini, pembahasan memasuki Bab II tentang Adab Pelajar pada Dirinya Sendiri, khususnya adab yang keenam. Materi yang dikaji menekankan pentingnya mempersedikit makan dan minum, karena kondisi perut yang terlalu kenyang dapat mengurangi semangat untuk beribadah dan menyebabkan tubuh menjadi berat dalam melakukan berbagai aktivitas kebaikan.

Pesan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengabaikan kebutuhan tubuh, tetapi sebagai pengingat agar seseorang mampu menjaga keseimbangan dan tidak berlebihan dalam makan dan minum. Seorang pelajar atau pencari ilmu hendaknya memiliki kemampuan mengendalikan diri sehingga aktivitas belajar, beribadah, dan menjalankan tanggung jawab dapat dilakukan dengan baik.

Bagi Penyuluh Agama Islam, kajian ini menjadi bahan refleksi untuk menerapkan nilai-nilai adab dalam kehidupan pribadi sekaligus menjadi bekal ketika memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Ilmu yang dipelajari diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diwujudkan dalam keteladanan dan perilaku sehari-hari.

Melalui kajian rutin Adabul ‘Alim wal Muta’allim, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang terus berupaya membangun budaya belajar dan meningkatkan kapasitas keilmuan. Dengan bekal ilmu dan adab yang semakin kuat, para penyuluh diharapkan mampu memberikan pelayanan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat secara lebih baik, bijaksana, dan bermanfaat.(dy)