Kajian Bada Tarawih di Musholla Baitussalam Ajak Jamaah Gapai Lailatul Qadr

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas - Suasana malam Ramadhan terasa semakin khidmat di Musholla Baitussalam. Usai melaksanakan salat tarawih, jamaah mengikuti kajian ba’da tarawih yang dipandu oleh Dedy Purwanto Adisaputra, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Rabu (11/03)

Kajian yang mengangkat tema “Menggapai Lailatul Qadr” tersebut disampaikan dengan suasana santai namun tetap sarat makna. Para jamaah tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan, sekaligus memanfaatkan momen Ramadhan sebagai waktu untuk memperdalam pemahaman agama.

Dalam penyampaiannya, penyuluh agama menjelaskan bahwa Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam karena memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

“Lailatul Qadr adalah malam penuh kemuliaan yang menjadi kesempatan besar bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah. Siapa yang bersungguh-sungguh mencarinya dengan iman dan harapan pahala, maka Allah akan melimpahkan ampunan dan keberkahan,” ujar Dedy dalam kajian tersebut.

Ia juga mengajak jamaah untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan berbagai amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa. Menurutnya, kesungguhan dalam beribadah di bulan Ramadhan ibarat menyalakan pelita iman yang menerangi perjalanan hidup seorang muslim.

Karso, salah satu jamaah yang hadir mengaku senang dengan adanya kajian ba’da tarawih tersebut. “Penyampaiannya ringan dan mudah dipahami, tetapi isinya sangat bermanfaat. Kami jadi lebih termotivasi untuk meningkatkan ibadah agar bisa meraih Lailatul Qadr,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kajian ini, diharapkan masyarakat semakin memahami keutamaan bulan Ramadhan dan terdorong untuk mengisi malam-malamnya dengan ibadah. Di bawah cahaya lampu musholla dan lantunan nasihat agama, jamaah seakan diajak menapaki jalan menuju malam penuh kemuliaan—malam yang lebih berharga dari seribu bulan. (dy)