Kajian Kitab Adabul Talim wal Mutaallim Menggema di KUA Jatilawang

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas - Semangat menuntut ilmu kembali mengalir di lingkungan KUA Jatilawang. Para Penyuluh Agama Islam mengikuti kajian kitab Adabul Ta’lim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam kegiatan rutin yang digelar setiap Kamis pagi. Kajian yang berlangsung pada putaran sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H ini bertujuan menambah wawasan dan memperkuat kapasitas keilmuan para penyuluh dalam membimbing masyarakat. Kamis (12/03)

Dalam kajian tersebut dibahas sebuah hadits Nabi yang menegaskan keutamaan ilmu fiqh. Hadits itu berbunyi bahwa “sesungguhnya satu orang yang ahli dalam bidang ilmu fiqh lebih berat bagi setan daripada seribu orang yang ahli ibadah tanpa ilmu fiqh.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa ilmu yang benar adalah lentera yang menuntun amal agar tidak tersesat dalam kegelapan kebodohan.

Pemateri dalam kajian menjelaskan bahwa ilmu fiqh memberikan pemahaman yang benar tentang tata cara beribadah dan bermuamalah sesuai tuntunan syariat. Oleh karena itu, seorang yang memahami fiqh tidak hanya beribadah secara benar, tetapi juga mampu membimbing masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik keagamaan yang keliru.

“Hadits ini mengajarkan bahwa ibadah yang dilandasi ilmu memiliki nilai yang sangat besar. Orang yang memahami fiqh dapat menjaga dirinya dan juga membimbing masyarakat dari kesalahan dalam beragama,” ungkap pemateri dalam kajian tersebut.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Para penyuluh saling bertukar pandangan dan pengalaman lapangan untuk mencari solusi yang tepat dalam memberikan pembinaan kepada umat.

Salah satu penyuluh menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi para penyuluh. “Kajian ini menjadi bekal bagi kami agar lebih siap menjawab berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Dengan ilmu yang terus diperdalam, kami berharap dapat memberikan bimbingan yang lebih tepat dan bermanfaat,” ujarnya.

Melalui kajian rutin ini, para penyuluh agama di KUA Jatilawang diharapkan semakin memperkuat kapasitas keilmuan dan spiritualitasnya. Di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah, kajian tersebut menjadi ibarat lentera ilmu yang menerangi jalan dakwah, agar para penyuluh mampu menjadi pembimbing umat dengan ilmu yang kokoh dan hikmah yang menyejukkan. (dy)